ADVETORIALGORONTALOHEADLINESKAB. GORONTALOLEGISLATOR

CPNS 2019 Segera Dibuka, Aleg DPRD Kabgor Minta Pemkab Prioritaskan Honorer K2

LIMBOTO, sulutGO– Pemerintah akan kembali membuka formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019.

“Pihak kami di BKD sedang merampungkan eformasi,” ungkap Safwan Bano, Kepala BKD Kabupaten Gorontalo.

Ia menjelaskan, eformasi adalah tahap untuk mengecek dan mengetahui berapa jumlah CPNS yang dibutuhkan di daerah. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pengusulan formasi dari Pemda Kabupaten Gorontalo ke Menpan.

Namun disisi lain, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo, Mansur Makalaw, SH mengharapkan agar Pemerintah memprioritaskan pegawai K2 atau berstatus Honorer, agar bisa diutamakan dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2019.

Menurut Mansur, dalam undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) nomor 36, telah disebutkan bahwa ada beberapa kriteria dalam penerimaan CPNS, diantaranya yaitu umum, berprestasi, disabilitas dan K2.

Sedangkan, dari segi aturan, sejumlah Pegawai berstatus K2 merasa keberatan dengan aturan penerimaan CPNS tentang batasan usia dengan maksimal 35 tahun.

Dia mengatakan, pada intinya pihaknya meminta batasan umur untuk K2 pada penerimaan CPNS 2019 jangan disamakan dengan kategori umum.

Sementara itu, Kepala BKD Safwan Bano mengatakan, berdasarkan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) nomor : B/617/M.SM.01.00/2019, rekrutmen CPNS untuk pemerintah daerah diutamakan untuk P3K.

“Alokasi CPNS yaitu 30 persen dan PPPK 70 persen. Dimana PPPK memberikan kesempatan kepada pegawai non-PNS yang saat ini masih aktif terus menerus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Safwan.

Dalam usulan formasi tahun ini, lanjut Safwan, pemerintah daerah juga harus mempertimbangkan beberapa hal, termasuk memperhatikan jumlah ASN yang sudah memasuki masa pensiun, memperhatikan rasio jumlah penduduk dengan PNS, luas wilayah, dan anggaran daerah.

“Karena pusat akan mengkaji usulan formasi dengan kemampuan keuangan daerah kita,” tandasnya.

Meskipun usulan tahun ini tak sebanyak tahun 2018 lalu, Safwan memastikan bahwa untuk rekrutmen tahun ini masih mengutamakan formasi tertentu, seperti guru, tenaga kesehatan dan teknis lainnya.

“Untuk tenaga honorer yang ada saat ini, kita sarankan untuk mengikuti rekrutmen melalui jalur P3K, karena kuotanya lebih banyak dan diutamakan,” tutup Safwan. (vt)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: