ADVETORIALBOALEMOBONE BOLANGOGORONTALOGORONTALO UTARAHEADLINESINSPIRASIKAB. GORONTALOKOTA GORONTALOLEGISLATORNASIONALOPINIPOHUWATOSOSIAL POLITIK

Dikemas dalam Talkshow, BKKBN Gorontalo Diskusi Persoalan Remaja dan Lingkungan

GORONTALO, sulutGO– Masa remaja selalu diselimuti oleh perasaan ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin mencoba sesuatu yang baru dan menjadi masa untuk menjadi jati diri yang sesungguhnya.

Tidak heran, jika masa remaja yang tidak bisa terkendali akan mudah tergelincir ke hal-hal yang tidak sepantasnya untuk dilakukan.

Bicara soal Remaja, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo menggelar Talk Show di Cafe Tiger, Rabu (27/11/19) malam.

Talk Show ini mengangkat tema ‘Remaja di Lingkungan yang Nyaman’.

Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono, Kepala Perwakilan BKKBN Gorontalo Drs. Muhammad Edi Muin, M.Si, Tokoh Masyarakat Gorontalo H. Adhan Dambea, S.Sos. SH. MH, dan dari unsur remaja (GenRe) Anisa Sitti Mohama.

Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono mengatakan, bahwa lingkungan mempengaruhi perkembangan sebuah bangsa.

“Seberapa penting lingkungan bagi remaja? Remaja memiliki peran yang strategis, remaja mewakili masa depan suatu bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, peran pemuda sangat luar biasa dalam menentukan masa depan suatu bangsa.

Sayangnya, masih banyak perilaku pemuda yang justru tidak diharapkan, masih banyak perilaku remaja yang berbenturan dengan hukum.

“Di tahun 2019 saja, di Polda Gorontalo ada sekitar 40 kasus yang melibatkan anak remaja. Remaja yang berhadapan dengan hukum rata-rata di bawah umur,” ungkap Wahyu.

Ia pun menjelaskan ada tiga lingkungan yang mempengaruhi terbentuknya karakter remaja. Yang pertama lingkungan keluarga, bagaimana peran orang tua mendidik anaknya di rumah.

“Yang kedua lingkungan masyarakat dan ketiga lingkungan sekolah,” imbuh AKBP Wahyu.

Olehnya itu, lanjut Wahyu, upaya yang semestinya dilakukan oleh aparat penegak hukum adalah membina remaja agar bisa mempunyai kemampuan, integritas dan kreatifitas yang tinggi, sehingga bisa membawa perubahan bagi bangsa ke arah yang lebih baik.

Sementara itu, bicara soal Remaja, Kepala Perwakilan BKKBN Gorontalo Muhammad Edi Muin mengatakan, berarti berbicara soal ekspektasi tentang nasional.

Remaja yang sehat dan cerdas merupakan salah satu harapan bangsa. Tentunya bangsa ini menaruh harapan yang banyak kepada remaja agar menjadi manusia yang berkarakter dan berkualitas.

“Dalam kehidupan remaja ada lima lingkungan yang mempengaruhi, yakni lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, media, dan teman sebaya,” kata Edi Kuin.

Dari lima lingkungan ini, lanjut Edi, lingungan yang paling berperan dalam menentukan karakter anak adalah keluarga.

“Anak remaja butuh pendampingan keteladanan, dan orang tua adalah salah satu sosok yang bisa menciptakan ketenangan kenyamanan bagi anak. Jika dalam rumah tidak tercipta ketenangan maka ia akan mencari ketenangan di luar,” kata dia lagi.

Oleh karena itu, Kepala Perwakilan BKKBN Edi Muin berharap orang tua bisa memberikan ruang untuk membangun komunikasi dengan anak.

Berbeda halnya dengan Adhan Dambea. Dimana ia mengungkapkan bahwa lingkungan yang paling nyaman bagi remaja adalah lingkungan kegiatan keagamaan.

Jika para remaja lebih bayak berkecimpung di dunia keagamaan, pasti aman.

“Saya jamin itu, karena Allah yang menjamin itu. Jika kita bergabung di lingkungan keagaama, Insha Allah keamanan itu terjamin,” tutur Tokoh Masyarakat yang juga selaku Anggota DPRD Provinsi Gorontalo itu.

Oleh karena itu, dirinya menekankan agar para remaja senantiasa mengikuti kegiatan positif seperti kegiatan keagamaan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau suka aman saya kira kegiatan keagaamaan jangan dilupakan, kenapa? karena membina kegiatan remaja harus diawali dengan kegiatan positif,” tandasnya.

Selain itu, perwakilan remaja (Genre) Anisa Sitti Mohamad mengungkapkan perspektifnya terkait remaja di lingkungan yang nyaman.

Dalam kehidupan remaja, tuturnya, terdapat dua lingkungan yang mempengaruhinya. Yakni lingkungan keluarga dan lingkungan media sosial.

“Remaja adalah aset yang akan membangun bangsa dan agen perubahan untuk membawa perubahan bagi bangsa untuk menjadi yang lebih baik,” ujar Annisa.

Untuk diketahui, talk show ini juga diselingi dengan prosesi tanya jawab antara narasumber dan audiens. (vit/adv)

Be Sociable, Share!
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: