ADVETORIALGORONTALOGORONTALO UTARAHEADLINES

Dikritik Soal Mutasi, Ini Penjelasan Disdik Gorut

GORUT, sulutGO- Rotasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) terhadap 28 kepala sekolah dan pengawas lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Gorut, menuai sorotan dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Gorut, Lukum Diko.

Ia menyebutkan, mutasi tersebut hanya menyasar pada sekolah tertentu, yang seharusnya, kata Lukum, perlu diberlakukan di seluruh sekolah yang ada di Gorut.

“Mutasi ini dilakukan terhadap sekolah tertentu saja, seharusnya penyegaran ini berlaku untuk semua sekolah yang ada di Gorut,” ujar Lukum.

Ia menambahkan, mutasi harus disama ratakan, baik untuk sekolah yang berada di pelosok hingga pusat ibukota.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan SMP disdik Gorut, Irwan A. Budi Usman

Menanggapi kritikan tersebut, Disdik Gorut melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan SMP disdik Gorut, Irwan A. Budi Usman menerangkan bahwa mutasi memang hanya diperuntukan bagi beberapa sekolah. Dan mutasi itu, benar-benar sesuai kebutuhan.

“Mutasi kali ini memang hanya diberlakukan di sekolah tertentu, dimana sekolah-sekolah tersebut kepala sekolahnya ada yang sudah pensiun dan atau sudah meninggal dunia, kemudian pengisian pengawas yang menjadi kebutuhan,” jelas Irwan kepada media, Selasa (9/7).

Hal lain yang menjadi pertimbangan mutasi, kata Irwan, yakni terkait kelancaran pengurusan ijazah yang mengalami keterlambatan.

“Kita perlu merotasi, karena hingga saat ini ada beberapa sekolah yang siswanya itu belum menerima ijazah, ini dikarenakan kepala sekolah di situ belum definitif. Maka dari itu, kepala sekolah yang tidak memiliki kompetensi atau memenuhi syarat menandatangani ijazah itulah yang kita isi. Dan rata-rata yang kita isi itu adalah yang sudah berstatus sebagai Plt di tahun 2018,” jelasnya lagi.

Irwan juga menegaskan, pihaknya belum bisa memberlakukan rotasi di seluruh sekolah, mengingat rotasi yang dibutuhkan hanya pada kriteria tertentu.

“Jika dibilang hanya pada sekolah tertentu, itu Benar!, karena hanya di sekolah tertentu juga perlu dirotasi. Kita belum bisa merotasi jabatan di seluruh sekolah se-Gorut karena yang perlu dirotasi hanya ada dua kriteria, pertama kepala sekolah purna tugas atau meninggal, dan kedua pelaksana tugas (plt) kepala sekolah dalam kurun waktu dua tahun ini,” pungkasnya.

Atas nama jajaran pendidikan Gorut, Irwan berharap, penyegaran atau rotasi ini dapat disimpulkan secara positif oleh pihak manapun.

“Terima kasih atas kritikannya. Dan kami yakin masukan-masukan seperti ini adalah murni bentuk dukungan legislatif terhadap pembangunan daerah, terlebih demi kesejahteraan masyarakat Gorut,” tutupnya. (adv)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: