ADVETORIALGORONTALOKAB. GORONTALOKAMPUSKESEHATAN

Gandeng Puskesmas Limbar, Prodi Gizi UG Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting

GORONTALO, sulutGO- Stunting masih menjadi masalah dan isu nasional hingga saat ini, telah berbagai macam cara dilakukan, baik pemerintah, perguruan tinggi maupun instansi terkait untuk mengatasi dan merunkan angka stunting di bangsa ini.

Kaitan dengan ini, Program Studi (Prodi) Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo (FKM UG) bekerjasama dengan pihak Puskesmas Limboto Barat Kabupaten Gorontalo menggelar kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Sehat dengan tema “Pencegahan Stunting Dengan Pendekatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), di Desa Tunggulo Kecamatan Limboto Barat (Limbar), Sabtu (30/3/19).

Kegiatan ini, turut dihadiri Dekan FKM UG Dr. Firdausi Ramadhani, S.Psi.,M.Kes, Kaprodi Gizi Nuryani, S.Gz.,M.Kes, Aparat Desa tunggulo, Petugas Pelaksana Gizi serta sejumlah Dosen diantaranya, Maesarah, SKM.,M.Kes dan Herman Hatta, SKM.,M.Si.

Dimana, kegiatan sosialisasi ini diikuti puluhan ibu-ibu balita yang mengalami stunting serta sejumlah mahasiswa prodi gizi khususnya semester 4 sebagai kader gizi.

Maesarah, SKM.,M.Kes salah seorang Dosen Prodi Gizi FKM UG mengatakan, masalah utama stunting atau tinggi badan anak tidak sesuai usia terjadi akibat kekurangan asupan gizi.

“Gizi menjadi salah satu komponen yang harus dipenuhi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan,” imbuh Maesarah.

Lebih lanjut ia mengatakan, pencegahan stunting bukan hanya dilakukan pada saat 1000 hari pertama kehidupan, akan tetapi dimulai dari dalam kandungan ibu, gizi yang sehat dan berimbang harus mulai menjadi perhatian.

Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pola asupan yang tidak tepat, seringkali seorang ibu memberikan makanan kepada anaknya berdasarkan kesukaan dan pilihan anaknya, dan bukan berdasarkan kandungan gizi.

“Ketidaktahuan masyarakat ini yang menyebabkan asupan yang salah dan ini dilakukan secara terus-menerus, sehingga berdampak gizi buruk pada seorang balita atau anak,” ujar Maesarah.

Dengan harapan, agar kegiatan pengabdian ini dapat memberikan manfaat bagi warga masyarakat khususnya ibu-ibu balita di Desa Tunggulo, serta dapat membangun hubungan kerjasama yang baik, antara perguruan tinggi UG dengan pemerintah dan masyarakat desa setempat. (adv)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: