ADVETORIALGORONTALOGORONTALO UTARA

Lestarikan Bahasa Daerah, Sekda Wajibkan ASN Berbahasa Gorontalo Setiap Jumat

Sekda Siap Jadi “Guru Bahasa Gorontalo” Bagi ASN yang Belum Menguasai Bahasa Gorontalo

GORUT, sulutGO- Demi melestarikan bahasa daerah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorut untuk berbahasa Gorontalo di setiap hari Jumat.

“Surat edarannya disebar ke seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) mulai tanggal 1 November 2019 ini. Dan ini diberlakukan kepada seluruh ASN, mulai dari staf hingga pimpinan, tanpa terkecuali. Bahnkan ini akan menjadi salah satu penilaian kami terhadap ASN itu sendiri,” tegas Panglima ASN ini, Kamis (9/10).

Tekadnya ini tidak main-main, buktinya, Sekda Ridwan siap menjadi “Guru Bahasa Gorontalo” bagi ASN yang belum menguasai bahasa daerah.

“Saya siap jadi mengajarkan Bahasa Gorontalo kepada ASN yang belum tahu, maka dari itu jangan sungkan-sungkan untuk bertanya,” ujarnya.

Tak hanya di lingkungan Pemkab Gorut, untuk menjaga bahasa daerah yang dinilai mulai punah ini, Pemkab Gorut akan menerapkan mata pelajaran khusus Bahasa Gorontalo di setiap sekolah se-Gorut.

Sekda Ridwan Yasin (tengah) berfose bersama di acara Workshop Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal di Sekolah, oleh Dinas Pendidikan Gorut, Rabu (8/9). foto: arif humas

“Khusus di dunia pendidikan, ada pengembangan pemuatan kurikulum lokal, khusus bahasa daerah. Nah, bahasa daerah di Gorontalo itu ada dua, yakni bahasa Gorontalo dan Atinggola. Terkait itu, saya tegaskan kepada Dinas Pendidikan untuk membuat dasar hukumnya (Peraturan Daerah). Nanti, di setiap sekolah, baik SD atau SMP dibuatkan satu mata pelajaran bahasa daerah,” jelas Ridwan.

“Sambil menunggu peraturan daerah itu dibahas di DPRD, maka pemerintah akan mengeluarkan surat edaran tentang kewajiban ASN untuk berbahasa Gorontalo di setiap hari jumat,” sambungnya.

Lebih lanjut, sekda mengatakan pihaknya akan menyiapkan juru Bahasa Gorontalo di tiap OPD untuk melayani tamu dari luar daerah.

Sekda milenial itu tidak ingin budaya-budaya lokal, seperti bahasa daerah hanya menjadi kenangan atau sejarah saja. Maka dari itu sekda mengajak seluruh aparaturnya menjadi pelopor kebangkitan budaya lokal di Gorut. (adv)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: