ADVETORIALGORONTALOHEADLINESKAB. GORONTALONASIONALWISATA

Pemkab Gorontalo Dorong Pengembangan Danau Limboto Jadi Geopark Kelas Dunia

LIMBOTO, sulutGO– Untuk mendukung perkembangan Geopark di Provinsi Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo, Dewan Riset Daerah, dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyelenggarakan Diskusi Kelompok Fokus tentang Pembangunan Geopark Gorontalo, di Pentadio Resort, Senin (19/8/19).

Pemerintah Kabupaten Gorontalo bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menyamakan persepsi guna mengembangkan wisata di kawasan Geopark Danau Limboto.

Menjadi salah satu ikon wisata Geopark di Gorontalo, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap Danau Limboto akan lebih dikenal oleh dunia internasional sehingga dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, objek wisata dan lingkungan hidup Danau Limboto akan didorong dengan berbagai strategi agar masuk menjadi geopark kelas dunia di badan UNESCO.

Meski dengan anggaran yang terbatas, Pemkab Gorontalo pun sedang gencar melakukan pengembangan Geopark Danau Limboto ini. Dan potensinya diharapkan bisa menghidupkan ekonomi masyarakat di Gorontalo.

“Sekitar 300 ribu rakyat Gorontalo berada di sekitar Danau Limboto, sehingga kalau kita membangun ini berarti kita membangun 300 ribu rakyat Provinsi Gorontalo,” kata Nelson.

Mantan rektor UNG ini optimis peningkatan ekonomi akan terjadi seiring dengan pengembangan Danau Limboto.

Peningkatan perekonomian tersebut sudah dapat dirasakan masyarakat Kabupaten Gorontalo, terutama dalam tiga tahun terakhir Pemkab Gorontalo terus mendorong program di sekitar Danau Limboto seperti wisata festival Danau Limboto yang berhasil masuk hingga ke level internasional.

“Kami juga akan mempercepat pemanfaatan culture diversity. Sebab tidak hanya manusianya yang kita bangun tapi juga diversitinya (keanekaragaman),” jelasnya.

Lebih lanjut Nelson menerangkan, Geopark Danau Limboto dinilai memiliki kekhasan yang berbeda dibandingkan geopark lainnya di Indonesia. Ada tiga indikator yang menjadikan danau ini lebih istimewa.

“Ketiga hal tersebut adalah geodiversity, biodiversity, dan culture diversity,” ujar Nelson.

Geodiversity ini, lanjutnya, dapat dilihat dari bebatuan yang ada di Danau Limboto yang dihasilkan dari sesar patahan bumi, selain itu juga adanya panas bumi (geothermal) yang menghasilkan semburan atau mata air panas di sekitaran Danau, muara bagi 23 sungai, dan terhubung dengan laut.

“Untuk biodiversity, ada 94 spesies burung yang hidup di danau Limboto. Dan kami sedang mempercepat pemanfaat culture diversity. Aspek ini akan terus berkembang seiring eksisnya keberadaan wisata kampung adat yang dicetuskan oleh almarhum Yotama beberapa tahun lalu,” jelasnya lagi.

Oleh karena itu, selain membentuk lembaga penelitian untuk mendorong pengembangan geopark danau Limboto, pemkab Gorontalo juga akan mendorong pengembangan geopark dari berbagai sisi.

“Seperi dari sisi pariwisata, perikanan, promosi dan sebagainya,” tutur Nelson.

Ia pun berharap, keterpaduan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dapat mendorong percepatan pengembangan wisata geopark Danau Limboto. (adv)

Be Sociable, Share!
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: