ADVETORIALGORONTALOHEADLINESKAB. GORONTALO

Pemkab Gorontalo Imbau Toko Bangunan & Ritel, Tidak Jual Bebas Eha-Bond pada Anak-anak

KABGOR, sulutGO– Aktifitas menghirup lem atau ‘Ngelem’ menjadi sesuatu yang tidak asing. Tidak sedikit yang menjadi korban akibat penyalahgunaan Lem tersebut, dimana fungsi sebenarnya adalah untuk mengelem suatu barang.

Kondisi ini pun kian hari semakin memperihatinkan, sebab, aktifitas ngelem telah merambah ke para pelajar yang masih sangat belia.

Aktifitas yang awalnya hanya coba-coba, dan berakhir menjadi candu yang sulit ditinggalkan.

Seperti yang terjadi beberapa pekan ini, dimana sempat viral di media sosial anak sekolahan asyik menghirup lem jenis eha-bond.

Hal ini pun mengundang empati para stakeeholder termasuk jajaran Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Berbagai cara pun dilakukan sebagai upaya pencegahan agar anak-anak ini tidak lagi menghirup barang tersebut.

Untuk itu, Pemkab Gorontalo melalui lintas OPD berkolaborasi menghilangkan kebiasaan buruk anak-anak ini.

Jika dinas pendidikan dan kebudayaan, dinas Infokom, P2TP2A dan BNN memberikan sosialisasi di setiap sekolah yang ada di Kabupaten Gorontalo maka dinas satpol PP melakukan sidak di setiap toko bangunan dan alfamart serta indomart di daerah ini.

Menurut Sekertaris Dinas Satpol PP Udin Pango, sidak yang dilakukan adalah untuk mengimbau kepada para penjual untuk tidak menjual lem jenis ehabond tersebut secara bebas.

“Pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak ada hak melarang toko bangunan menjual jenis lem ehabon. Namun pemerintah Kabupaten Gorontalo hanya menghimbau agar lem ini tidak dijual sembarangan khususnya kepada anak-anak sekolah,” jelas Udin, ditemui usai melakukan sidak beberapa toko bangunan dan alfamart di wilayah Kecamatan Limboto dan Limboto Barat, Senin ( 24/06/19).

Ia menambahkan, pemilik toko dipersilakan menjual, namun yang diharapkan untuk tidak sembarang menjual jenis lem ehabon ini kepada anak-anak.

“Ini berbahaya kepada untuk masa depan anak-anak jika tidak dicegah sejak dini,” ungkapnya.

Udin Pango berharap, jika ada konsumen datang membeli lem tersebut harus dipertanyakan lem itu dibuat apa. Karena kata Udin, bisa saja anak-anak ini menggunakan jasa orang dewasa untuk membeli lem ini di toko-toko terdekat.

“Maka, mulai hari ini, para penjual harus teliti menjual barang ini kepada siapa dan untuk apa lem itu digunakan,” harap Udin.

Ia juga berharap kepada orang tua agar sering-sering mengawasi gelagat anak-anak mereka. Mengawasi metode pergaulan anak-anak agar tidak terjerumus pada hal-hal yang dapat merusak masa depannya.

“Peran seluruh pihak sangat diharapkan dalam mencegah penggunaaan atau konsumsi lem ehabon tersebut, Insya Allah, sidak ini akan merata di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo,” tandasnya. (adv/if)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: