ADVETORIALGORONTALOGORONTALO UTARAHEADLINES

Sekda : Aparatur Pemerintahan Perlu Diberi ‘Rangsangan’

Terlebih di Tingkat Desa dan Kecamatan, Jika Ada Permasalahan Masyarakat Tak Perlu Takut Melapor

GORUT, sulutGO– Dalam sebulan terakhir ini, terlebih diawal pekan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Ridwan Yasin, rajin turun ke setiap kecamatan, termasuk ke beberapa desa.

Seperti diketahui, dalam kunjungannya ke kecamatan-kecamatan, Ridwan memimpin langsung apel rutin awal pekan dengan menghadirkan aparat kecamatan, desa, termasuk juga para guru, PTT dan GTT.

Ini semata-mata dilakukan Ridwan bukan untuk mencari simpati, melainkan melihat dan mendengar langsung permasalahan yang kemudian ada terkait dengan pelayanan publik.

Apalagi dirinya sebagai panglima ASN, perlu mengetahui kondisi pelayanan publik yang ada di kecamatan, termasuk desa. Untuk itu kata Ridwan, untuk menumbuhkan kesadaran seorang aparat, didalamnya ASN dan PTT dalam meningkatkan kompetensinya, maka harus diberi rangsangan, dalam arti bagaimana seorang aparat itu disiplin, memiliki kemauan bekerja, memiliki kemauan untuk menambah ilmu.

“Nah, itu dirangsang, dia tidak bisa dibiarkan duduk, harus dikagetkan dia, dirangsang. Kalau seorang Sekda hanya duduk di belakang meja, kapan dia akan merangsang ASN, kapan dia merangsang aparatur sebagai penyelenggara pemerintahan,” tutur Ridwan.

Dia mencontohkan, seperti waktu dirinya berkunjung ke Desa Kikia Kecamatan Sumalata. Didapatinya, ternyata di desa tersebut tidak ada pelayanan di kantor desa pada jam-jam kerja.

“Coba kalau kita tidak turun, mana tahu kita kalau desa itu tidak pernah ada aparaturnya pada jam-jam kerja. Masyarakat menyatakan mereka (aparat desa) di kebun Pak. Dan setelah kami turun itu perubahannya sangat signifikan dan saya menyampaikan ke masyarakat, masyarakat punya kewajiban untuk melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan, jadi masyarakat perhatikan bagaimana kinerja dari aparat desa, sampai ke tingkat kecamatan. Nah, kalau ada hal-hal yang perlu diinformasikan ke pemerintah daerah, ke bupati, wakil bupati, sekda, maka segera, agar supaya kita segera melakukan pembenahan. Karena informasi kita itu sangat terbatas, kita hanya beberapa orang-orang, sedangkan yang diawasi itu ribuan orang,” urainya. (rls/adv)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close