BERITAGORONTALOKAB. GORONTALOPENDIDIKAN

Melekatnya Budaya Diskusi di Kalangan Mahasiswa UG

KABGOR, sulutGO- Kebiasaan yang sudah menjadi tradisi bahkan sudah membudaya dikalangan mahasiswa Universitas Gorontalo yakni memanfaatkan jam istirahat sebagai waktu untuk mendiskusikan sesuatu yang bermanfaat sambil mengerjakan tugas dari dosen.

Pemandangan ini dapat terlihat disudut-sudut kampus, dimana ada diskusi-diskusi kecil yang berlangsung.

Presiden BEM UG Nurdin Wadjipalu, menyampaikan bahwa aktivitas seperti ini sudah lama berjalan, semenjak dirinya belum menjadi Persiden BEM.

Bahkan menurutnya, tradisi seperti ini sudah ada sebelum ia terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Gorontalo.

“Karena ini sudah menjadi tradisi dan budaya yang diwariskan oleh senior-senior terdaluhu, yang alhamdulillah sampai dengan sekarang masih dipertahankan eksistensinya,” imbuh Nurdin.

Ia menambahkan, definisi sekolah menurut bahasa sangsakerta adalah ‘Waktu Luang’, jadi orang-orang terdahulu sering memanfaatkan ‘Waktu Luang’ mereka (selepas istrahat kerja) untuk berkumpul dan melanjutkan aktifitas (diskusi).

“Jadi ini yang sengaja dibangun di kalangan mahasiswa Universitas Gorontalo dalam menjaga eksistensinya sebagai kaum intelektual, oleh karena itu diskusi ini bukan hanya bagaimana memikirkan untuk menyelesaikan tugas dari dosen, akan tetapi bagaimana kami sebagai mahasiswa atau biasa disebut agen of change bisa bertukar pikiran untuk ikut berkontribusi memikirkan pengembangan kampus yang tercinta menjadi ikon di Kabupaten Gorontalo maupun Provinsi Gorontalo dan juga tidak tanggung-tanggung menjadi ikon secara nasional dan internasional,” tandasnya. (hms/ug)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close