BERITABOLMONG RAYABOLMUTEKONOMI & BISNISSULAWESI UTARA

Rantai Distribusi, Pengaruhi Harga Kopra Di Bolmut

BOLMUT,sulutGO-Komoditi Kopra merupakan salah satu hasil pertanian di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Kopra adalah identitas Sulawesi Utara dengan julukan Nyiur Melampai. Harga kopra turun karena hukum ekonomi yang berlaku.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bolmut Farham Patadjenu mengatakan bahwa persoalan harga kopra itu bersifat temporer. Jumat (13/7).

“Harga kopra berlaku hukum ekonomi, ketika barang banyak harganya turun sebaliknya ketika barang kurang harganya naik”, Kata Farham.

Lanjutnya, persoalan harga kopra di tingkat pusat itu stabil namun yang mempengaruhi harga di bawah karena ada rantai distribusi panjang.

“Setiap titik ada margin keuntungan, biasanya pedagang mengumpulnya, ada pembeli antara. Kebutuhan pasar yang berlaku, biasanya barang-barang yang di luar kontrol pemerintah itu sulit di kendalikan harga beda barang-barang subsidi, nama HET (Harga Eceran Tertinggi)”, Tambahnya.

Dia berharap, karena kopra merupakan identitas Bumi Provinsi Sulut, sehingga itu di dijuluki nyiur melambai kerana banyak kelapanya

“Kepada petani tidak putus asa dengan kondisi harga ini, sebab kondisi ini cuma temporer. Mungkin 1-2 minggu, suatu saat dia akan naik lagi, apalagi tempurungnya sudah banyak manfaatnya, suatu waktu sabuknya juga”, Tuturnya. (Dolvin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close