GORONTALOHEADLINESKAB. GORONTALO

Server ULP Kabupaten Gorontalo ‘Over’ Kapasitas, Dialihkan ke LPSE Kota Gorontalo

LIMBOTO, sulutGO– Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Gorontalo, Heriyanto Kodai mengungkapkan bahwa saat ini server Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Gorontalo sedang mengalami kendala.

Pasalnya LPSE yang mulai beroperasi sejak tahun 2013 itu mengalami over kapasitas atau memori penyimpanan yang tersedia tidak bisa lagi menampung data yang ada.

“Yang dilelang saat ini tinggal 22 paket. Awalnya kita input paket PU kurang lebih 10 paket di LPSE Kabupaten Gorontalo, setelah kita coba tayangkan, ternyata server kita mengalami kendala, dan setelah di kroscek oleh admin system yang menangani server ternyata kapasitasnya tinggal sedikit atau full,” ungkap Heri, di ruang kerjanya, Jumat (14/6/19).

Oleh karena itu, lanjutnya, untuk mengantisipasi terhambatnya proses lelang, maka pihak ULP beberapa waktu yang lalu mulai melakukan koordinasi dengan LPSE terdekat, yakni Kota Gorontalo.

“Oleh karena itu, langkah yang kita lakukan adalah melakukan koordinasi dengan LPSE terdekat. Nah kita pilih LPSE Kota Gorontalo, karena memang paketnya juga sedikit, dan mereka menerima kita, bahkan sudah dibuatkan admin system, nah sampai dengan saat ini kita melakukan proses tender di LPSE Kota Gorontalo, jadi semuanya tidak ada masalah,” jelasnya.

Menurut Heri, pihaknya telah berupaya untuk memaksimalkan pelayanan ada. Dan dari sisi keterbukaan informasi, pihaknya juga telah berupaya mengantisipasi dan mengatasi masalah yang ada dengan memindahkan server LPSE Kabupaten Gorontalo ke LPSE Kota Gorontalo, meski hanya sementara waktu.

“Melihat dari sisi keterbukaan informasi, di pihak kontraktor kan ada kantor dan ada fasilitas pendukung seperti laptop, jadi semua admin kontraktor pasti memantau semua LPSE di seluruh Indonesia, bukan cuma di provinsi bahkan di luar juga, jadi saya rasa itu tidak jadi masalah, tidak ada yang sengaja disembunyikan, tapi karena kita sekarang ini mengalami kendala dan kedepan server itu kita bakal dipindahkan kesini lagi,” ucapnya.

Kedepan, lanjut Heri, bagian PBJ akan mengadakan server beserta perangkat pendukung dan akan diajukan melalui anggaran perubahan 2019 dengan kisaran kurang lebih Rp. 1 Miliyar.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, salah satu kontraktor mengaku tidak menemukan kendala apapun terkait gangguan server yang dialami oleh pihak ULP.

Ais Rahmola

Ia mengatakan, biasanya, sebelum pihak kontraktor lain termasuk dirinya menemukan masalah terkait proses lelang, maka pihaknya akan segera menghubungi bahkan mendatangi langsung kantor ULP untuk melakukan konfirmasi.

“Bagi kami pihak kontraktor tidak ada masalah. Bahkan ketika kita menemukan kendala di servernya atau kendala lain terkait proses lelang, tentu langkah awal yang kita lakukan adalah menghubungi langsung kontak penyedia jasa atau mendatangi langsung kantor penyedia jasa untuk melakukan konfirmasi,” ungkap Ais Rahmola.

“Kita juga sering memantau server LPSE di seluruh Gorontalo. Tidak ada yang terlewatkan, jadi tidak ada masalah,” sambungnya. (vt)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close