GORONTALOHEADLINESKAB. GORONTALOLEGISLATORNASIONAL

Terkait Revitalisasi Shoping Centre Limboto, Ini Penjelasan Bappeda!

LIMBOTO, sulutGO– Polemik yang terjadi akhir-akhir ini terkait revitalisasi bangunan Shoping Centre Limboto, tak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk memerbaiki pusat perbelanjaan terbesar di Kabupaten Gorontalo tersebut.

Revitalisasi ini merupakan bagian dari rencana perawatan yang pada tahun sebelumnya ingin dilakukan pemkab Gorontalo sebelum tragedi kebakaran Shoping Centre 2018 terjadi.

“Mengenai proses pembangunan awal, revitalisasi shoping centre ini masuk pada sasaran RPJMD Kabupaten Gorontalo 2016-2021. Sehingga pada tahun 2018 dalam APBD ini memiliki kita menanggarkan Rp7 miliar setengah, dalam hal revitalisasi shoping,” ungkap Kepala Bappeda Kabupaten Gorontalo, Cokro Katili, Selasa (03/12).

Namun, Cokro mengakui perbaikan Shoping Centre menggunakan anggaran sebesar Rp7 miliar itu sempat mengalami kemoloran dari rencana awal. Hal itu disebabkan oleh peristiwa kebakaran yang menghanguskan hampir sebagian besar bangunan Shoping Centre itu, sehingga anggaran Rp7 miliar yang disediakan Pemkab belum dapat direalisasikan.

“Aggaran yang kita berikan Rp7 miliar setengah tidak dapat kita laksanakan, mengingat hampir seluruh fasilitas shopping terbakar dan pasti biaya revitalisasinya lebih dari Rp7 miliar,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata Cokro, Pemkab Gorontalo bertindak cepat menangani hal itu. Dimana, pertama yakni mengajukan pengusulan bantuan pendanaan ke Kementerian Perdagangan maupun DPR-RI.

“Kami pun melakukan pencarian dana pembiayaan terkait hal ini, melalui pemerintah pusat, KPBU dan sarana multi infrastruktur. Dan kami pun mengupayakan audience ke bank sulutgo untuk melakukan pinjaman daerah dari perbankan,” beber Cokro.

Dirinya pun berharap, upaya-upaya yang telah dilakukan Pemkab Gorontalo terkait revitalisasi Shoping Centre itu mendapatkan jalan keluar dari pemerintah pusat.

“Harapan kami, revitalisasi shopping ini dapat didanai oleh APBN. Tetapi  sampai dengan Agustus 2018. Kami tidak memperoleh angin segar terkait dana APBN itu,” imbuhnya.

Sehingga, Pemkab Gorontalo pada bulan September 2018 lalu mengajukan pengusulan ke DPRD melalui KUA-PPAS agar revitalisasi Shoping Centre dapat didanai melalui pinjaman daerah di Bank Sulutgo.

“Sehingga pada pembahasan APBD 2019 terkait revitalisasi shopping itu kiranya dapat disetujui agar dapat dimasukan dalam APBD-P 2019. Agar pada APBD-P bisa tercantum sebanyak Rp40 miliar,” kata Cokro lagi.
 
Pada saat itu, lanjut dia, dasar hukum yang digunakan untuk pinjaman daerah yakni berdasarkan PP 30 Tahun 2011. Sehingga ketentuan tentang persetujuan DPRD merupakan syarat mutlak rekomendasi ke Mendagri.

“Hal ini pun dilakukan pada 3 Maret 2019, dimana pemerintah melalui surat bupati Gorontalo meminta persetujuan tentang pinjaman Rp40 miliar. Dan ditindaklanjuti sebagaimana yang tercantum dalam APBD,” ungkapnya.

“Kemudian dibahas oleh komisi II dan kami pun diundang, namun belum dapat disetujui dan diproses oleh keanggotaan yang lama. Kami pun kembali melakukan audince dengan pimpinan dan anggota DPRD 2019-2024 ini. Alhamdulilah, telah disetujui oleh DPRD pada 2 minggu yang lalu,” sambung Cokro.

Ia pun menegaskan bahwa paripurna persetujuan DPRD tahun 2020 merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan APBD-2019 yang di dalamnya telah tercantum permohonan pinjaman daerah di perbankan sejumlah Rp40 miliar.

“Pinjaman daerah kita tidak bahas dan cantumkan dalam APBD-P 2020 ini, namun sudah tercantum dalam APBD-P 2019. Bahwa paripurna persetujuan DPRD ialah tindak lanjut dari pelaksanaan APBD yang di dalamnya telah tercantum pemohonan pinjaman daerah di perbankan Bank sulut sebanyak Rp40 M,” jelas Cokro.

Cokro menambahkan bahwa minggu Pemkab Gorontalo mengantar 16 berkas (item) perihal pinjaman daerah terkait revitalisasi Shoping Centre. Di antara berkas-berkas tersebut salah satunya tentang persetujuan DPRD, Risalah dan lainnya sebagai rekomendasi ke pihak Kemendagri dan Kemenkeu RI.

“Upaya yang dilakukan untuk revitalisasi shopping center terkait hajat hidup untuk masyarakat ini, dan kita yakini bisa terakomodasi,” tandasnya.

Be Sociable, Share!
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: