GORONTALOHEADLINESHUKUM & KRIMINALNASIONALTEKNO

Diduga “Lecehkan” Profesi Wartawan, Oknum LSM di Gorontalo Dilaporkan

GORONTALO, sulutGO– Diduga melakukan penghinaan terhadap Profesi Wartawan di media sosial, puluhan Wartawan di Gorontalo mendatangi Polda Gorontalo untuk melaporkan salah satu Oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Pasalnya, sebuah akun media sosial bernama “Imran Nento Imran” melalui postingan komentarnya di facebook mengatakan bahwa, konflik pembukaan tempat Wisata Pantai Ratu di Kabupaten Boalemo yang masuk kawasan Hutan Lindung dianggap sebagai lahan pencaharian wartawan.

Hal itu pun sontak mengundang reaksi seluruh wartawan yang ada di Gorontalo.

“Di dalam bahasa atau komunikasi keseharian kami, ‘lahan pencaharian’ memiliki arti negatif,” kata Helmi Rasid sebagai salah seorang perwakilan wartawan di Gorontalo.

Berdasarkan hasil kesepakatan rapat bersama yang diwakili oleh sekitar puluhan wartawan di Gorontalo, bahwa postingan tersebut memiliki makna negatif yang dianggap menghina profesi wartawan dan dikhawatirkan menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap profesi jurnalistik di Gorontalo.

Olehnya itu, seluruh wartawan di Gorontalo baik yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Gorontalo, bersepakat mengadukan pemilik akun ‘Imran nento imran’ ke Polda Gorontalo.

“Kami sudah berupaya untuk menghubungi yang bersangkutan dan pemilik akun merasa bersalah dan meminta maaf atas ucapannya itu,” kata Helmi.

Permohonan maaf yang bersangkutan, lanjut Helmi, kemudian ditulis kembali lewat akun facebooknya, namun selang beberapa menit kemudian, status permohonan maaf itu dihapus kembali.

Dengan begitu, Jurnalis Gorontalo menilai, bahwa permintaan maafnya ditarik kembali.

Wartawan yang berasal dari berbagai Organisasi Pers itu berharap, jika persoalan konflik pembukaan tempat Wisata Pantai Ratu yang masuk kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Boalemo itu melibatkan oknum wartawan, seharusnya diungkapkan siapa pelakunya.

“Wartawan itu adalah pekerjaan profesi, kalau ada oknum yang bermain, ya silahkan oknum saja yang dilaporkan kalau memang ada,” tandas Helmi.

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close