BERITAGORONTALOHUKUM & KRIMINALPENDIDIKANPOHUWATO

Dugaan Pungli di Sekolah Demi Meriahkan 3 Tahun Kepemimpinan SYAH Periode ke II

POHUWATO, sulutGO- Ada yang menarik pada Perayaan Hari Ulang Tahun Pemerintahan Syarif-Amin (SYAH) ke III di periode ke II kali ini, dengan keterbatasan anggaran pelaksanaan kegiatan tersebut, diduga Dinas Pendidikan melakukan Pungutan Liar (Pungli) kepada Seluruh Siswa dan sebahagian orang tua/wali.

Hal ini berdasarkan data yang dihimpun dari kesaksian orang tua/wali murid oleh wartawan media sulutGO.

Salah satu narasumber yang namanya enggan dipublish mengatakan bahwa saat ini, demi memeriahkan pelaksanaan kegiatan Ulang Tahun Pemerintahan Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Pohuwato, ada sejumlah uang berkisar Rp 7000 hingga Rp 7500 serta Rp 50 ribu hingga Rp 75 Ribu mengalir di Dinas Pendidikan.

“Tolong ditelusuri, kemarin anak saya minta uang 7000 rupiah waktu ke sekolah, lantas saya tanya buat apa, kata anak saya ini dimintakan sumbangan oleh pihak sekolah untuk semua siswa SD dan SMP untuk ulang tahun Pemerintahan li Pak bupati,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa setelah adanya permintaan sumbangan sebesar 7000 rupiah, ada sebahagian orang tua siswa dimintakan sejumlah uang untuk pembuatan seragam kegiatan untuk tari kolosal yang akan tampil pada perayaan puncak HUT SYAH Ke III di Periode Ke II.

“Kami pun dari orang tua siswa dibebankan biaya pembuatan baju kegiatan, kalau untuk pria itu sekitar 50 ribu, kalau perempuan itu sebesar 75 ribu, bahkan saat itu saya dengar bahwa ada beberapa sekolah mau minta tanda tangan Kadis untuk pertanggung jawaban, Pak Kadis tidak mau,” tuturnya.

Ditempat terpisah, saat diwawancarai Oleh awak media, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato Rudi Daenunu mengatakan bahwa dana tersebut menjadi sebuah pertisipasi yang ingin ditampilkan oleh pihak sekolah pada perayaan HUT SYAH.

“Itu bukan di Diknas, itu hanya antara mereka dengan mereka, dimana mereka pihak sekolah ingin memberikan penampilan terbaik pa HUT SYAH yang ke III, karena ada juga yang bilang mereka mau mengumpulkan ini dan itu, dan itu tidak ada di Diknas, dan kalau bisa besok ditanyakan langsung saja kepada para kepala sekolah dan siswa-siswi,” bantah Rudi.

Semoga ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Pohuwato, dimana ada sekolah yang dibawah naungan Pemerintah Kabupaten telah menjadi lahan bisnis orang-orang yang tidak bertanggungjawab. (icha)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close