ADVETORIALGORONTALOHEADLINESHUKUM & KRIMINALKAB. GORONTALO

Mengaku Diperlakukan Kasar Oleh Oknum Satpol PP, Jurnalis di Gorontalo Lapor ke Polisi!

LIMBOTO, sulutGO– Salah satu wartawan di Gorontalo mengaku diperlakukan kasar oleh seseorang yang diduga merupakan oknum Satpol PP berinisial NH, Sabtu (28/9/19) malam.

Korban, Halid Moomin, yang merupakan wartawan dari media online lokal tatiye.id  mengaku dianiaya saat ingin melintas di depan kantor Satpol PP di jalan Kolonel Rauf Mo’o Kelurahan Kayubulan Limboto, sekitar pukul 20.00.

“Awalnya saya menuju lokasi peliputan FPDL di taman Budaya Gorontalo. Tak jauh dari jarak motor saya, mobil yang bapak itu kendarai berhenti. Lalu dari dalam mobil dia berteriak, ‘woi stop ngana!’ Setelah dia keluar mobil langsung mendorong saya,” tutur Halid.

Kemudian kata Halid, Bhabinsa yang melihat kejadian tersebut datang melerai dan mengajak keduanya ke dalam kantor Satpol.

“Sampai di dalam kantor, dari arah belakang dia menarik topi yang saya pakai dan menampar wajah sebelah kanan. Bukan hanya itu, temannya juga ikut memukul,” jelasnya.

Tak terima dengan perlakukan yang dialami, Halid langsung melaporkan insiden tersebut ke Polres Gorontalo.

“Jelas saya tidak terima diperlakukan seperti itu, salah saya apa? Makanya saya laporkan ke polisi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP, Udin Pango, saat dimintai konfirmasi membantah telah terjadi peganiayaan kepada salah seorang wartawan oleh anggotanya.

“Tidak benar penganiayaan itu, apalagi sampai terjadi pemukulan. Yang benar itu hanya terjadi adu mulut atau cekcok. Pemicunya karena keduanya hampir bertabrakan di simpang empat, kemudian teman jurnalis ini mengucapkan kalimat kepada petugas ‘Bo Satpol leh‘,” terang Udin.

“Bhabinsa juga ada pada saat itu. Tak ada penganiayaan. Setelah diajak masuk ke kantor kemudian wartawan itu pulang,” tandas dia. 

Be Sociable, Share!
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: