ADVETORIALGORONTALOHEADLINESHUKUM & KRIMINALKAB. GORONTALOPENDIDIKAN

Pertama Kali di Kabgor, Inilah Program “Jaksa Sahabat Guru” yang Dilaunching Kejari

LIMBOTO, sulutGO– Para guru di Kabupaten Gorontalo akan didampingi jaksa dalam mengelola keuangan termasuk dana DAK dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Nama programnya yakni, Jaksa Sahabat Guru, kebijakan ini diluncurkan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Jumat (17/5/19).

Program tersebut diinisiasi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gorontalo, sebagai tindakan prefentif untuk mencegah perbuatan tindak pidana korupsi, khususnya terkait dengan pelaksanaan dana BOS di sejumlah sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Gorontalo.

Kepada awak media, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo Dr. Supriyanto, SH, MH mengatakan tujuan diberlakukannya program ini, agar kejaksaan bisa dekat dengan para Guru dan anak didik yg ada di sekolah.

“Kami punya konsep bahwa kejaksaan harus dekat dengan siapapun, baik dengan birokrasi media, guru, petani maupun masyarakat. Karena tugas kami disini sebagai pelayanan kepada siapapun, sehingga tidak ada batasan antara kejaksaan dengan instansi lain,” ungkap Supriyanto.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam hal ini Bupati Gorontalo yang diwakili oleh Asisten I Setda Kabupaten Gorontalo Selmin Papeo mengaku bahwa program Jaksa Sahabat Guru ini baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo dan ini mejadi suatu terobosan baru untuk tenaga pendidik agar bisa berkonsultasi dengan kejaksaan dalam hal penegakkan hukum untuk megawasi dan DAK dan Dana Bos. 

“Mungkin ini yang menjadi harapan kami dari Pemerintah daerah, selain mendapat pengawasan dari kejaksaan terkait DAK dan dana BOS, guru juga bisa dekat dengan kejaksaan untuk mendapatkan pendampingan hukum, ini yang menurut saya sebagai terobosoan baru,” kata Selmin.

Ditempat berbeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Lilian Rahman menambahkan bahwa pada prinsipnya kegiatan ini dilakukan dalam rangka agar DAK dan dana bos yang mungkin secara teknis masih belum banyak diatur, sehingga program ini bisa menjernihkan dan membuat berjalan mulus sesuai aturan.

“Maka sebaiknya kita ada kerja sama dan akrab dengan para jaksa untuk mengantisipasi, maka sifat dari program ini adalah prefentif untuk mencegah jangan sampai ada hal yang tidak sesuai aturan,” pungkas Lilian. (adv)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close