GORONTALOHEADLINESHUKUM & KRIMINALKAB. GORONTALOKESEHATAN

Tak Hanya Sekali Pemkab Peringatkan, Agar ‘Toko Menara Limboto’ Dikosongkan

LIMBOTO, sulutGO– Lokasi pembangunan instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo diketahui akan dibangun di area taman Menara Pakaya Limboto, dimana sebelumnya gedung tersebut disewa oleh pengusaha Toko Menara Agung Limboto, Heri Runudalie.

Sejak tahun 2018 sebelum masa kontrak penyewa berakhir, pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo telah mengingatkan bahwa tidak akan lagi memperpanjang kontrak sewa karena akan di Bangun Instalasi Farmasi.

Bahkan tidak hanya sekali, pemerintah daerah berulang kali memberikan pemberitahuan kepada penyewa agar segera mengosongkan lokasi tersebut.

Awal tahun 2019 pemerintah daerah kembali menyurati penyewa, berdasarkan surat pemberitahuan Nomor 900/BK/0178/2019p tanggal 18 Februari 2019, dimana Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah menginformasikan kepada Pihak Penyewa  Heri Runudalie bahwa kontrak perjanjian sewa akan berakhir tanggal 31 maret 2019 sesuai kontrak Nomor 900/DPPKAD/204.a/2014 tanggal 01 April 2014 tetang Sewa Menyewa Toko Menara Limboto.

Dalam surat tersebut jelas bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak akan melakukan perpanjangan sewa setelah berakhirnya perjanjian sewa tersebut, karena diketahui lokasi itu, sudah 15 tahun di sewakan kepada penyewa Heri Runudalie.

Kepala Badan Keuangan dan Pejabat Penatausahaan Barang Milik Daerah Kabupaten Gorontalo  Dra. Dewi Masita Usman, Rabu (19/06/19) Menjelaskan,  bahwa pada tanggal 13 Mei Tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui surat nomor 900/BK/0559/2019 perihal Pemberitahuan II telah mengirim kembali surat kepada penyewa dengan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak akan memperpanjang sewa tersebut dan memberikan batas waktu untuk mengosongkan gedung dimaksud.

“Jadi tidak ada alasan bagi penyewa yang menilai bahwa pemerintah Gorontalo memberikan waktu yang singkat untuk mengosongkan lokasi itu,” kata Dewi.

Untuk mempercepat pembangunan Instalasi framasi yang masih terkendala pengosongan toko menara milik penyewa pada tanggal 9 Juni 2019 yang lalu, maka dari itu diadakan kembali rapat untuk membahas permasalahan terlambatnya proses pengosongan toko menara.

Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Ir. Hadijah U Tayenb selaku Pengelola Barang Milik Daerah Kabupaten Gorontalo dan dihadiri oleh Heri Runudalie selaku pihak penyewa, pihak ketiga sebagai pelaksana pembangunan gedung farmasi, kepala Dinas Kesehatan selaku Pengguna Anggaran dalam pembangunan gedung farmasi dan OPD terkait.

“Dalam kesempatan tersebut telah disepakati antara Pemerintah Kebupaten Gorontalo, pihak ketiga sebagai pelaksana pembangunan gedung farmasi  dan Heri Runudalie selaku pihak penyewa, bahwa proses pengosongan toko menara akan dilakukan secara bertahap,” terang Dewi  Masita Usman.

Menurutnya, inilah upaya pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam membangun komunikasi dengan pihak penyewa, sehingga pemerintah berharap tidak ada pihak yang dirugikan.

“Pemerintah telah melakukan kiat-Kiat, melakukan komunikasi dengan pihak pengontrak, bahkan berulang-ulang kali,” Jelas Dewi Masita Usman.

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close