ADVETORIALGORONTALOHEADLINESHUKUM & KRIMINALKAB. GORONTALO

Tim Penyidik Kejari Kabgor Serahkan Berkas Perkara, Libatkan Seorang Kabid di Dinas PU

LIMBOTO, sulutGO– Tim Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gorontalo, Kamis (02/04/19), menerima penyerahan Tanggung Jawab Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) berkas perkara atas kasus penyimpangan proyek pengaman Abrasi Pantai di Desa Bilihu Tengah Kecamatan Biluhu.

Perkara yang ditangani oleh tim Penyidik Kejari Kabupaten Gorontalo itu diduga melibatkan tersangka SP yang menjabat sebagai salah satu Kepala Bidang di Dinas PU-PR Provinsi Gorontalo, selaku KPA sekaligus PPK atas pelaksanaan proyek tersebut dan tersangka laiinya dengan inisial AHN selaku CV. Direktur Karya Dharma sebagai pelaksana proyek, dengan anggaran sekitar Rp. 1,5 Miliar.

Setelah dilakukan pemeriksaan kurang lebih selama 2 jam, selanjutnya para tersangka dilakukan penahanan dengan jenis penahanan Rutan di Laembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo.

Kepada awak media, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo Dr. Supriyanto SH, MH mengungkapkan, kasus tersebut bermula dari adanya pencairan uang muka proyek sekitar Rp. 380 juta oleh tersangka AHN selaku kontraktor, namun uang muka tersebut tidak segera dipergunakan untuk mengerjakan proyek hingga massa kontrak habis yang akhirnya dilakukan pemutusan kontrak oleh tersangka SP.

“Sampai dilakukan pemutusan kontrak tersebut pekerjaan tidak mencapai progres yang semestinya dan ternyata pekerjaan tersebut tidak sesuai spesifikasi dalam kontrak dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh Ahli konstruksi ditemukan bahwa pekerjaan tidak sesuai spesifikasi kontrak sehingga dikategorikan ‘gagal konstruksi’,” beber Kajari.

Atas tindakan pemutusan kontrak tersebut, lanjut Dr. Supriyanto, SP tidak melakukan klaim jaminan uang muka sebagaimana mestinya sesuai ketentuan sehingga mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp. 380 juta. (vt)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close