BOLMONG RAYABOLMUTHEADLINESPENDIDIKANSOSIAL POLITIKSULAWESI UTARA

Bupati Bolmut Berharap Pendidikan Keluarga Jadi Solusi Masalah 1000 HPK

BOLMUT, SulutGO – Pendidikan keluarga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) perlu dipahami para pihak pemangku kepentingan. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bolmut kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat menyelenggarakan sosialisasi pendidikan tersebut di RM Laviesta Jl. Trans Sulawes, Desa Kuala Utara, Kecamatan Kaidipang, Selasa (8/10/2019).

Bupati Bolmut Drs. Hi. Depri Pontoh menuturkan yang melatar belakangi perlunya pendidikan keluarga pada 1.000 hari pertama kehidupan adalah adanya stunting.

“1000 HPK merupakan proses dimulainya tumbuh kembang anak dan orang tua berperan penting untuk memberikan perawatan dan pengasuhan yang berkualitas. Bila kebutuhan gizi dan stimulasi anak tidak terpenuhi akan menghambat pertumbuhan dan menyebabkan stunting,” Ungkap Depri

Diketahui, stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang salah satu sebab pokoknya adalah kekurangan gizi akut. Masalah gizi merupakan masalah yang kompleks, tidak semata-mata karena kurangnya asupan makanan. Di indonesia, banyak faktor yang menjadi penyebab masalah gizi, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Masalah gizi secara langsung dipengaruhi oleh faktor konsumsi makanan dan penyakit infeksi. Keduanya merupakan faktor yang saling mempengaruhi. Sedangkan penyebab tidak langsungnya adalah ketersediaan dan pola konsumsi rumah tangga, kesehatan lingkungan dan pola asuh. Daya beli yang cukup juga belum bisa mencerminkan kecukupan asupan gizi anggota keluarga dalam rumah tangga tanpa pengetahuan terhadap makanan bergizi seimbang,” Jelasnya.

Lanjut Depri, Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) inilah proses tumbuh kembang seorang anak dimulai. Maka, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan keluarga terhadap sadar gizi dengan menerapkan prinsip gizi seimbang dan pemberian stimulan yang tepat baik saat kehamilan sampai anak berusia dua tahun.

“Orang tua memiliki peran penting untuk memberikan perawatan dan pengasuhan yang berkualitas.1000 hari pertama kehidupan dihitung sejak pembuahan sampai dua tahun,” Harapnya.

Diakhir sambutannya, Bupati Depri Pontoh mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bolmut, menargetkan angka stunting berada di bawah 20 persen.

Dimana sebelumnya, prevalensi stunting Tahun 2016 berada pada angka 43,8 persen atau yang tertinggi di Sulawesi Utara, Tahun 2017 turun menjadi 36,8 persen dan Tahun 2018 mencapai 22,4 persen.

“Hasil positif ini merupakan buah kerja keras Pemerintah Daerah dengan dukungan masyarakat melalui program prioritas peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat,” Pungkasnya.

Bupati juga mengajak semua pihak untuk bekerjasama dalam mendukung terwujudnya gizi seimbang menuju bangsa sehat berprestasi dan percepatan perbaikan gizi 1000 HPK.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Bolmut Dra. Hj. Ainun Pontoh Talibo, Kasi Evaluasi Ditektorat Pendidikan Keluarga Kemendikbud RI Edy, S.S, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bolmut Sulha Mokodompis, SPd, MM, Perangkat Daerah terkait, para Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa serta pengelola Lembaga PAUD. (Dolvin)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: