ADVETORIALGORONTALOHEADLINESKAB. GORONTALOKAMPUSNASIONALPENDIDIKAN

Bupati Nelson Tutup Munas III AFEB Perguruan Tinggi Muhammadiyah/ Aisyiah se Indonesia

LIMBOTO, sulutGO– Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo menghadiri dan menutup secara resmi Musyawarah Nasional III Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiah Tahun 2019.

Acara itu diselenggarakan di Pendopo rumah dinas Bupati Gorontalo, Sabtu (30/11/19). Seperti diketahui, Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) menjadi tuan rumah pelaksanakan Musyawarah Nasional (MUNAS) Asosiasi Fakultas Ekonomi & Bisnis (AFEB) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Se-Indonesia itu.

Mengawali sambutannya, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo memaparkan kondisi wilayah Kabupaten Gorontalo. Terkait hal ini, Kabupaten Gorontalo adalah Kabupaten terbesar penduduknya dan secara historis adalah Kabupaten tertua.

Sebelum provinsi, Kata Nelson hanya satu kota dan satu Kabupaten.
Setelah provinsi terbentuk, tahun 2000,

“Jadi, empat Kabupaten lahir dari Kabupaten Gorontalo,” kata Nelson.

Sebelumnya Kegiatan itu diikuti oleh seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah se Indonesia, selama beberapa hari di gedung David Bobihoe, UMGo, kegiatan diikuti 26 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dari 174 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Di Indonesia.

Nelson yang pernah menjabat rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo, (UMGOR) Itu menambahkan, secara geografis bahwa Kabupaten Gorontalo itu berada ditengah. Dari segi demokrafis, jumlah penduduk provinsi Gorontalo yang berada di Kabupaten Gorontalo. 

Perkembangan perguruan tinggi di provinsi Gorontalo pun kian pesat.

“Sekarang sudah 19 perguruan tinggi. bahkan ada satu lagi baru lahir universitas bina mandiri dan tahun lalu lahir universitas Nahdatul Ulama yang ada di Kabupaten Gorontalo. Nah, sebelum provinsi hanya 6 sekarang sudah 20. Jika dibandingakan dengan provinsi-provinsi lain yang berkembang perguruan tinggginya disini sudah lebih besar padahal jumlah penduduknya sedikit,” kata Nelson.

Ia menjelaskan, sewaktu dirinya pertama kali rektor di UNG, jumlah mahasiswa itu hanya 2500 dan setelah provinsi terbentuk sudah ada 21 ribu mahasiswa dan ini perkembangannya luar biasa.

Pemerintah daerah, merencanakan  Gorontalo ini dapat menjadi pusat pendidikan di bagian timur, utara indonesia. Karena itu, Kami yang ada di Ibukota limboto merencanakan daerah madinatul Ilmi, kota Ilmu.

Agar indikator madinatul ilmi dikembangkan terus termasuk saat ini sudah memiliki perpustakaan yang baik, seperti buku gramedia, perguruan tinggi bahkan kawasan pendidikan yang terus di dorong di Kabupaten Gorontalo.

Ia menyampaikan, selaku pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo, saat ini kerjasama dengan perguruan tinggi terus dilakukan. Bahkan, kata Nelson tim strategis seluruhnya melibatkan pakar perguruan tinggi di daerah ini. Sehingga pikiran-pikiran dari perguruan tinggi dilakukan di Kabupaten Gorontalo.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mendorong pembangunan melalui tiga pilar. Yakni, Ilmu, Agama dan Budaya.

“Karena itu, taman budaya yang telah dibangun bertautan dengan ilmu agama dan budaya merupakan bagian agar dapat dikembangkan di Kabupaten Gorontalo. Bersama rangkaian lain agar menjadikan perkembangan Indonesia Madani termasuk Kabupaten Gorontalo,” tandas Nelson. (Adv)

Editor : Novita Olii

Be Sociable, Share!
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: