ADVETORIALGORONTALOHEADLINESKAB. GORONTALOPENDIDIKAN

Dr. Fory Naway : Belajar Tidak Mengenal Usia

LIMBOTO, sulutGO- Ketua Yayasan Cendekia Dr. Fory Naway Fory Armin Naway sebelumnya mendapat kehormatan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) RI menjadi salah seorang Pengurus Pengelola Rumah Pintar (Rumpin) tingkat Nasional.

Kepercayaan tersebut dikukuhkan melalui Surat Keputusan (SK) Kemendikbud RI. Daulat untuk Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo ini, didasarkan pada penilaian terhadap kiprahnya selama ini yang memiliki kepedulian dalam mengembangkan Rumpin, khususnya di Kabupaten Gorontalo.

Tahun 2013, dirinya membuka program S1 dan S2 dan sudah banyak alumni sarjana dan jumlah alumni kurang lebih 200 orang baik SI maupun S2 yang dikerjasamakan dengan UNG, Umgo dan perguruan tinggi di luar daerah.

Tahun 2015, Ketua Dekranasda Kabupaten Gorontalo, merintis berdirinya Rumpin Taman Cendekia di Desa Tuladenggi Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo yang menyelenggarakan 5 sentra kegiatan. Yakni, Sentra Bermain (PAUD), Sentra Komputer, Sentra Baca, Sentra Audio visual dan Sentra Kriya yang khusus memberikan pelatihan Keterampilan, seperti keterampilan menjahit kepada ibu-ibu rumah tangga agar menjadi mandiri dan produktif.

“Hadirnya Yayasan Taman Cendika adalah permintaan rumah pintar dan kami juga mendapat bantuan dari OASE, istri-istri kabinet jaman SBY itu harus punya rumah pintar di Kabupaten Gorontalo walaupun di menara ilmu ada tapi di beberapa Kecamatan termasuk di Telaga Biru dan didalamnya kelompok bermain, PAUD ,TPA, Life skill dan tata boga yang sudah menghasilkan kegiatan terintegrasi dengan masyarakat,” kata Ketua yayasan Taman Cendekia Fory Naway pada Pembukaan Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Taman Cendekia Tahun Pelajaran 2019/2020, di Aula PKBM Yayasan Taman Cendekia Desa Balahu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo, senin (12/08/19).

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan UNG ini, Rumpin sangat prospektif dan menjadi wahana yang dapat difungsikan seperti layaknya “Rumah Singgah” yang mampu mengedukasi masyarakat, anak-anak SD, SMP dan bahkan ibu-ibu rumah tangga untuk menimba ilmu pengetahuan, wawasan, keterampilan dan mengembangkan kreativitas dalam rangka mewujudkan masyarakat yang cerdas, unggul dan berkarakter.

“Khususnya pengembangan saat ini yakni Yayasan Cendekia juga mengambangkan dua PAUD yakni PAUD di Rumpin dan juga PAUD di lokasi ini yang memang butuh manajemen khusus. Kemudian ada beberapa paket yang butuh kerjasama dengan dikbud,” tandasnya.

Bahkan sejak tahun 2013 di Rumpin Telaga Biru, ibu-ibu rumah tangga diberi ruang dan belajar untuk menimba ilmu pengetahuan, wawasan, keterampilan sehingga memiliki usaha-usaha dan ini akan ditularkan di Yayasan Taman Cendekia tersebut.

Untuk mengedukasi masyarakat dalam meningkatkan keterampilan, Rumpin Taman Cendekia memberikan fasilitas pelatihan secara gratis kepada ibu-ibu rumah tangga agar menjadi terampil, khususnya untuk keterampilan menjahit.

“Di Rumpin Taman Cendekia kita sediakan mesin jahit yang di ikuti dengan pelatihan membuat pola, mendesain dan sebagainya yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi ibu-ibu untuk mandiri dan produktif,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, Rumpin Taman Cendekia juga menyelenggarakan Sentra Audio Visual yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan anak-anak untuk mendapatkan materi tontonan yang mengedukasi. Demikian juga dengan Sentra Bermain melalui PAUD hingga saat ini terus eksis mengembangkan kegiatan pendidikan anak usia dini.

“Memang jika dilihat kelompok PKBM ditempat ini dari segi usia sudah lewat. Tapi, urusan belajar dari taman kanak-kanak sampai taman makam pahlawan. Jadi tidak mengenal usia,” tandasya. (Adv/rls)

Editor : Fitra Wahyula Tonote

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close