ADVETORIALGORONTALOHEADLINESKAMPUSNASIONALPENDIDIKAN

Dua Dosen Faperta UG Ikuti Klinik Penulisan Artikel Internasional di Bali

Nurul Auliyah : Para Peneliti Harus Lebih Fokus Lagi dalam Penulisan Artikel Ilmiah

KAMPUS, sulutGO– Sebagai upaya meningkatkan motivasi dan kemampuan menulis artikel ilmiah nasional bagi para dosen dan peneliti perguruan tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual bekerjasama dengan Universitas Dhayana Pura, Bali menyelenggarakan Klinik Penulisan Artikel Internasional pada awal bulan Agustus 2019.

Dari berbagai peserta baik dosen dan peneliti yang hadir, dua diantaranya berasal dari Universitas Gorontalo, yakni Nurul Auliyah, S.Pi.,M.Si. dan Asniati Ningsi, S.Pi.,M.Si.

Nurul Auliyah, S.Pi.,M.Si yang juga selaku Dekan Fakultas Pertanian UG menjelaskan, dimana kegiatan tersebut mengupas tuntas tentang hal-hal apa saja yang perlu dilakukan agar jurnal publikasi setiap dosen dapat diterima oleh masyarakat internasional.

“Terkadang kita menyepelekan hal tersebut dan hanya terfokus pada terindeks scopus pada level jurnal Q1-Q3, dimana sekedar informasi bahwa perlu diketahui bahwa level Q4 belum termasuk ke dalam kategori diperhitungkan, selain itu bahasa pada jurnal harus diperhatikan apakah menggunakan ‘English America‘ atau ‘English Brithis‘,” terang Nurul.

Ia menjelaskan, informasi lainnya terkait dengan kegiatan tersebut, yaitu jurnal internasional berasal dari IPB (India, Pakistan, Bangladesh) kebanyakan masuk ke dalam jurnal predator sehingga akan merugikan peneliti dan dosen, karena jurnal tersebut tidak dapat diusulkan untuk penilaian angka kredit (PAK) sehingga harus berhati-hati dalam menentukan jurnal yang dituju.

“Pengecekan jurnal dapat dilakukan pada web.Schimago, serta masih banyak informasi lainnya yang sangat berguna, dan kalimat yang selalu saya ingat bahwa a good writer is a good reader,” ujarnya.

Seperti diketahui para pemateri atau fasilitator pada kegiatan tersebut merupakan orang-orang yang telah menulis di jurnal internasional dan sudah puluhan tahun.

Mereka menyatakan bahwa hal yang perlu dihindari para peneliti dan penulis adalah fabrikasi, falsifikasi dan plagiarisme.

“Adapun yang lainnya adalah menggunakan metode yang cocok sehingga akan mendapatkan data yang valid,” tandasnya. (hmsug)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close