ADVETORIALBERITAGORONTALOKAB. GORONTALOMANADOPENDIDIKANSULAWESI UTARA

Hadapi Era Pendidikan 4.0, Calon Kepsek Harus Upgrade Kompetensi & Bersertifikat

MANADO, sulutGO– Peningkatan mutu pendidikan nasional memasuki tahap baru, dan telah dimulai setahun ini.

Kulaitas anak didik tidak hanya ditentukan oleh guru, melainkan juga ditentukan oleh kualitas kepala sekolah (kepsek).

Karena itu, calon kepsek harus memiliki sertifikat yang layak untuk menjadi pemimpin lembaga pendidik.

Kepala sekolah merupakan tenaga kependidikan yang paling strategis untuk menggerakan garda terdepan dalam sistem pendidikan nasional.

Berbagai upaya telah dilaksanakan agar kesenjangan kualitas dan kompetensi kepala sekolah antara daerah di Indonesia dapat dikurangi.

Maka untuk melakukan sertifikat calon kepala sekolah, Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui dinas pendidikan dan kebudayaan melaksanakan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah di Kabupaten Gorontalo tingkat SD dan SMP, di Lantai V Arya Duta Hotel Manado, Senin (11/02/19).

Kepala dinas Diknas Kabupaten Gorontalo melalui sekertaris Dinas (Sekdis) Jubair Pomalingo menjelaskan, kegiatan ini bekerjasama dengan lembaga pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah (LP3CKS), UNG dan LP3CKS Solo.

Jubair menambahkan, tujuan dilaksanakan panduan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah ini disusun sebagai acuan bagi peserta dalam memahami upaya untuk menumbuhkembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial melalui pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah (In-On-In).

“Sasaran pendidikan pelatihan calon kepala sekolah ini diperuntukan bagi keseluruhan peserta Kabupaten Gorontalo sebanyak 25 orang calon kepala sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balitbang Kabupaten Gorontalo Dr. Manaf Dunggio mewakili Bupati Gorontalo membuka secara resmi kegiatan itu.

Manaf Dunggio dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan, guru harus meng-upgrade kompetensi dalam menghadapi era pendidikan 4.0.

“Peserta didik yang dihadapi guru saat ini merupakan generasi milenial yang tidak asing lagi dengan dunia digital,” kata Manaf.

Era pendidikan 4.0, lanjutnya, merupakan tantangan yang sangat verat bagi guru. Dan jika tidak mengubah cara mendidik dan belajar dan mengajar, maka 30 tahun mendatang pendidikan akan mengalami kesulitan besar.

“Era pendidikan 4.0 merupakan jawaban atas terjadinya revolusi industri 4.0. Guru 4.0 sangat dibutuhkan dalam menghadapi era pendidikan 4.0,” tukas Manaf.

Oleh karena itu, ia berharap guru harus siap menghadapi era pendidikan 4.0 meskipun disibukan oleh beban kurikulum dan administratif yang sangat pada.

Jika tidak, maka generasi muda akan terus tertinggal dan efeknya tidak mampu bersaing menghadapi impilikasi revolusi industri 4.0.

“Semoga diklat yang kita laksanakan ini dapat membawa sebagai guru maupun kepala sekolah yang memiliki kompetensi 4.0. Saya berharap melalui kegiatan ini bapak/Ibu bisa mengupgrade kemampuan dan kualitas, memantapkan wawasan, pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan dalam memimpin sekolah. Mari kita tingkatkan kinerja dalam mewujudkan Kabupaten Gorontalo gemilang menuju masyarakat madani,” tandasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri pengurus LP3CKS UNG dan juga selaku narasumber Dr. Fory Naway, Ketua LPPKS Solo Drs.Sutarman, M.Pd, Ratna Juwita, Mpd Widya LPPKS Solo serta Lilik Ayatulah Hudin selaku Admin LPPKS. (if/v)

Sumber: (hms)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close