ADVETORIALGORONTALOHEADLINESKAMPUSPENDIDIKAN

Komitmen Berantas Radikalisme, LDK se-Sututgo Gelar Sekolah Kebangsaan

LIMBOTO, sulutGO– Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Islam Mahasiswa Universitas Gorontalo (LDK-Karisma UG) gelar Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Daerah Sulutgo dengan tema “Merawat NKRI, Bersama Memberantas Radkalisme”.

Tak tangung-tanggung, kegiatan yang dilangsungkan di Gedung Universitas Gorontalo Convention Center (UGCC), Jumat (29/11) menghadirkan 3 narasumber, yakni dari Polda Gorontalo, Ketua MUI Kabupaten Gorontalo, dan Wakil Rektor II Universitas Gorontalo Dr. Dikson Junus, M.PA.

Event LDK regional Sulut dan Gorontalo ini diikuti 10 LDK yang tergabung di Sulutgo (Sulawesi Utara-Gorontalo) dengan jumlah peserta sebanyak 240 orang.

Ketua LDK Karisma UG Siskawati Rahman mengungkapkan, pihaknya mengambil tema untuk kegiatan FSLDK kali ini tentang merawat NKRI.

Tema ini diusung, karena kata Siskawati, banyak sekali isu-isu tentang radikalisme di bangsa ini.

“Untuk itu, sengaja kita menghadirkan pemateri-pemateri yang berkompeten terkait mengatasi permasalahan radikalisme untuk menjaga keutuhan NKRI. Semoga dengan kegiatan ini kedepannya, ilmu yang teman-teman LDK se-Sulutgo dapatkan bisa tersalurkan dengan baik,” ungkap Siskawati.

Ia menjelaskan, pemahaman radikal negatif perlu diwaspadai oleh masyarakat saat ini, baik di lingkungan rumah maupun kampus yang bila terlihat perubahan seseorang yang anti Pancasila, anti NKRI, penyebaran paham takfiri, dan memiliki sikap intoleransi, maka itu kemungkinan besar berpaham radikal.

“Meski demikian, pemahaman radikalisme positif juga diperlukan guna kemajuan bangsa Indonesia terlebih di era 4.0 saat ini, dimana kita bisa menjelajah dunia hanya dalam genggaman,” jelasnya.

Sementara itu, Abd. Azis Djafar selaku Kasubid Bhabinkamtibmas Polda Gorontalo yang mawakili Kapolda Gorontalo mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh mahaiswa yang tergabung dalam FSLDK ini sangat positif.

“Pak Kapolda sangat mendukung kegiatan seperti ini, karena memang fenomena yang muncul banyak terjadi kegiatan atau peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan terorisme dan radikalisme itu berawal dari keterpengaruhan para jiwa-jiwa muda, anak remaja yang kurang terkontrol, sehinggga terjadi bom bunuh diri,” terangnya.

Menurut Abd. Azis, radikal adalah perubahan yang sangat mendasar yang dihadapkan kepada kegiatan politik dan sosial utamanya.

“Bahkan di teknologi juga, tetapi ada juga radikal yang sifatnya positif khususnya dengan terobosan-terobosan kebaikan. Membuat terobosan pemikiran out the box itu juga radikal tetapi untuk kebaikan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Abd Azis meminta perlu dibatasi isu bagaimana radikalisasi dalam perspektif negatif.

Pada umumnya para remaja atau generasi muda itu adalah potensi negara didalam membangun negara, namun disalahgunakan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk dijadikan mereka sebagai orang-orang yang radikal dan bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Harapan Polri dalam kegiatan ini, tentunya kalau bisa diwaktu-waktu yang akan datang dilaksanakan secara berkelanjutan agar supaya terjadi estafet dalam rangka meniadakan kegiatan-kegiatan yang terindikasi akan mempengaruhi para generasi yang ada dalam kampus kita ini. Sehingga aksi-aksi terorisme, radikalisme yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu dalam hal ini menggunakan sarana-sarana kampus dalam perpanjangan dakwah mereka itu bisa ditanggal dengan melaksanakan kegiatan positif,” tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan Sekolah Kebangsaan FSLDK se-Sulutgo, dibuka oleh Rektor UG Dr. Ibrahim Ahmad, SH.,MH. (hmsug)

Be Sociable, Share!
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: