ADVETORIALBERITAGORONTALOKAMPUSPENDIDIKANSOSIAL POLITIK

Pilpres BEM UG: Fenomena Kotak Kosong Dalam Organisasi Kemahasiswaan

GORONTALO, sulutGO- Fenomena kotak kosong dalam proses demokrasi di Indonesia disuatu sisi tergolong unik, tetapi memberi pesan pedas terhadap praktik demokrasi pasca reformasi, dimana dikatakan unik karena kasus serupa jarang terjadi sebelumnya.

Yang lebih uniknya lagi, fenomena kotak kosong ini, terjadi dalam pesta demokrasi di kampus, hal ini terjadi pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gorotalo (BEM UG).

Ketua Komisi Pemilu Raya (KPR) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UG Abd. Rahmat Ngobuto mengatakan, fenomena kotak kosong dalam proses demokrasi kampus khususnya organisasi kemahasiswaan terbilang baru, namun ini merupakan ekspresi kedewasaan politik pemilih dalam menentukan pilihannya secara cerdas dan bijak.

“Peristiwa semacam ini nyaris tak terdengar, apalagi hal ini terjadi pada proses demokrasi kampus khususnya organisasi kemahasiswaan, dan ini merupakan hal yang baru yang dilakukan di dalam kampus,” imbuh Rahmat

Lebih lanjut ia mengatakan, sebelum mengenal istilah kotak kosong, istilah awal yang sering di dengar yaitu kemenangan secara aklamasi, dimana hanya terdapat 1 paket pasangan calon (paslon), yang langsung ditetapkan atau disahkan oleh KPR tanpa melalui proses pemilihan, jika tidak terdapat calon lainnya yang ikut berkompetisi dalam pemilihan.

“Sehingga, kotak kosong sebagai sebuah fenomena baru di era desentralisasi, dan ini menjadi penting untuk direnungkan, dimana fenomena kotak kosong juga harus dimaknai sebagai langkah protes atas kebuntuan proses kaderirasi dalam kampus, khususnya pada organisasi kemahasiswaan,” ujar Rahmat

Dengan harapan, kedepan proses demokrasi pada organisasi kemahasiswaan di UG lebih baik lagi, dengan memunculkan beberapa calon dan bukan hanya satu calon saja yang ikut berkompetisi.

“Tentunya, hal ini merupakan perhatian kita bersama, khususnya dalam mematangkan proses kaderisasi kepada mahasiswa, sehingga akan termotivasi untuk tampil dan bertarung dalam kontestasi politik dalam kampus,” tuturnya.

Seperti diketahui, dari hasil perhitungan suara, dimana pasangan calon presiden dan wakil presiden BEM UG Moh. Arifin dan Moh. Amon menang telak atas kotak kosong, sehingga KPR KBM UG telah menetapkan keduanya sebagai presiden dan wakil presiden BEM UG periode 2019-2020.

Selain itu, setelah dikonfirmasi terkait kemenangan yang dicapai, Presiden BEM UG terpilih Moh. Arifin menyampaikan, rasa syukurnya dan ucapan terima kasih karena telah mendapatkan kepercayaan dari seluruh mahasiswa UG untuk dapat memimpin BEM UG 1 tahun kedepan.

Dengan tegas Arifin mengatakan, bahwa ia dan wakil presidennya Moh. Amon akan berusaha dan bekerja keras dengan penuh ikhtiar untuk memenuhi seluruh aspirasi dan kebutuhan KBM UG.

Serta meminta kepada tim pemenangan dan seluruh mahasiswa UG, kiranya dapat mendukung serta membantu merealisasikan semua program kerja yang direncanakan, sekaligus visi dan misi yang hendak ingin dicapai terealisasi seutuhnya. (hmsug)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close