BOLMONG RAYABOLMUTHEADLINESKESEHATANLEGISLATORSOSIAL POLITIKSULAWESI UTARA

Bahas Serapan Anggaran 2019, Sauda Lakoro: Pelayanan Kesehatan Harus Maksimal

BOLMUT, sulutGO – Pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) bersama Dinas Kesehatan, Puskesmas dan RSUD Kabupaten Bolmut, yang digelar Kamis, (7/11), Anggota komisi I Sauda Lakoro meminta kepada mitra kerjanya untuk mengoptimalkan pelayanan.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga meminta Dinas Kesehatan maupun Fasilitas Kesehatan (Fakes) untuk memberikan informasi seputar pelaksanaan program dan realisasi yang sudah dicapai dalam serapan Anggaran tahun 2019.

“Ada beberapa hal yang di bicarakan, terutama serapan anggaran dan realisasi anggaran baik dari DAU, DAK dan BOK, baik pada pembangunan, operasional yang ada di Dinkes, Puskesmas dan RSUD Kabupaten Bolmut.”Ujar Sauda

Permasalahan tiap tahunnya menurut Sauda hampir sama, yaitu pelayanan. Termasuk yang paling urgent yaitu kurangnya ketersediaan darah.

“Hal penting juga pemerintah harus segera merealisasikan unit transfusi darah (UTD) dan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS). Selain itu, Klaim BPJS yang sampai hari ini masih begitu banyak yang belum terealisasi serta masih banyak jasa petugas kesehatan yang masih belum terbayarkan,” Tutur Sauda

Politisi Hanura ini juga menyebutkan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan, dirinya mendukung kenaikan tunjangan petugas kesehatan dan sopir ambulans.

“Ada juga tuntutan kepada pemerintah bisa merealisasikan tunjangan petugas kesehatan yaitu tunjangan resiko, gaji sopir ambulance yang masih begitu minim dan masih banyak lagi,” Jelasnya.

Dirinya menambahkan, DPRD akan tetap berupaya menjadikan pelayanan kesehatan di Bolmut sebagai yng utama. Artinya anggarannya benar-benar di hitung dan di realisasikan sesuai dengan tingkat prioritas.

“Kita tahu sendiri bagaimana pentingnya pelayanan kesehatan yang maksimal, penyuluhan kesehatan untuk mengurangi angka kematian karena terlambatnya penanganan atau resiko-resiko lainnya. Karena kurang siapnya tenaga medis yang kompeten, alkes yang kurang memadai, juga kurang tersedianya obat-obatan,” Pungkasnya. (Dolvin)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: