BOLMONG RAYABOLMUTHEADLINESSOSIAL POLITIKSULAWESI UTARA

Bawaslu Bolmut Ingatkan Caleg tidak Melakukan Politik Uang

BOLMUT, sulutGO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) tidak main-main melakukan tindakan baik itu secara administratif maupun ke ranah hukum pidana.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bolmut Irianto Pontoh, S.Pd meminta para calon legeslatif (Caleg) DPRD Kabupaten Bolmut harus berhati-hati dalam melakukan aksi kampanye di masyarakat dengan tidak melakukan  politik uang (money politic).

Menurutnya bila sampai ketahuan atau dilaporkan, para caleg akan dikenakan dengan sanksi yang berat. Sanksi tersebut misalnya, dibatalkan sebagai caleg, dan hukuman penjara selama 1 tahun dengan denda 12 juta.

“Kalau terbukti dan masuk dalam ranah pidana, tentunya sanksi berat, seperti dibatalkan sebagai Caleg serta hukuman. Rujukannya adalah Pasal 492 juncto pasa 276 ayat 2 UU No. 7 Tahun 2017 dikenakan sanksi pidana paling lama 1 tahun dan denda paling banyak 12 juta, makanya caleg harus berhati-hati jangan sampai melakukan money politik,” kata Irianto saat di konfirmasi wartawan sulutGO, Kamis (11/4/2019).

Irianto tidak menapik untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sangatlah sulit. Ia menekankan, praktik politik uang akan tetap dihapuskan dan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu.

“Money politic ini tanggung jawab kita bersama termasuk Parpol dan para caleg,” ujarnya.

Ia menjelaskan terkait pemberian souvenir atau bahan kampanye kepada masyarakat dibenarkan oleh aturan, yakni bahan kampanye yang akan diberikan oleh parpol atau caleg ke masyarakat sudah diatur, baik jenis, maupun besarannya.

“Benar aturan itu ada, tetapi kan besaranya sudah diatur jadi tidak bisa sembarang memberi souvernir atau bahan kampanye,” terangnya.

Dibeberkannya, untuk bahan kampanye atau souvenir yang boleh diberikan ke masyarakat saat caleg berkampanye ada 12 item. Souvenir yang diperbolehkan untuk dibagikan saat kampanye yaitu selebaran (flyer), brosur (leaflet), pamflet, poster, stiker, pakaian, penutup kepala, alat minum/makan, kalender, kartu nama, pin dan atau alat tulis.

“Sebanyak 12 item bahan kampanye itu kalau dikonversikan dengan uang tidak boleh lebih dari Rp 60.000. Yang tidak boleh paket sembako atau uang,” Katanya. (Dolvin)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close