BOLMONG RAYABOLMUTHEADLINESLEGISLATORSOSIAL POLITIKSULAWESI UTARA

Merusak Persaudaraan, Saiful Ambarak Imbau Hindari Black Campaign

BOLMUT, sulutGO – Pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota sudah memasuki masa-masa ‘keras’ kampanye. Kurang lebih  seminggu lagi akan memasuki masa tenang selama tiga hari. Dilanjutkan pencoblosan atau pemilihan pada hari berikutnya.

Pada konteks ini ada istilah Kampanye Hitam (Black Campaign) dan Kampanye Negatif (Negative Campaign) untuk menfasilitasi pemilih mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya tentang calon yang akan mereka pilih.

Kampanye Hitam (Black Campaign) merupakan kampanye dengan informasi yang tidak benar dan tidak didukung data yang akurat, haram disampaikan dan dilakukan oleh siapapun.

Hal yang demikian membuat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bolmut Saiful Ambarak, S. Pd. I menghimbau kepada sesama tokoh politik dan masyarakat untuk menjauhi dan tidak menyebarkan berita bohong (Hoax).

“Jaga persaudaraan pada suasana pilpres dan pileg ini, jangan saling menjatuhkan dan menyebarkan berita hoax. Hal seperti itu yang merusak pesta demokrasi, khususnya di Bolmut,” ujar Saiful saat dihubungi sulutGO via ponsel, Minggu (7/4/2019).

Ia menghimbau, sebelum itu terjadi harusnya sesama caleg dan elit politik di daerah ini menentang black campaign. Jika ingin mendapatkan simpati masyarakat, haruslah bersaing dengan cara-cara terhormat, dan bukan menyebar hoaks dan berita-berita tidak benar.

“Marilah kita beradu ide dan gagasan dengan konsep untuk menjadi yang terbaik. Konsep yang terbaik pasti akan dipilih masyarakat,” kata Saiful yang juga saat ini Ketua DPRD Bolmut.

Menurutnya, jika ingin menjadikan Pemilu yang demokratis, maka sesama elit politik untuk dapat mengikuti seluruh himbauan penyelenggara Pemilu baik KPU maupun Bawaslu.

“Kita harus taat azas dalam mengikuti proses kampanye dan sosialisasi,” terangnya.

Kemudian katanya, black campaign adalah cara berkampanye yang tidak bermoral. Untuk itu harus dihindari. Kenapa? Karena bisa merusak persaudaraan yang telah terbina serta akan menimbulkan dinamika politik yang tidak baik terhadap sosial dan berdampak ke masyarakat.

“Tentunya pada ujung-ujungnya bisa merusak persatuan dan Kesatuan. Jadi memang tidak bisa dengan cara-cara (black campaign), apalagi sampai menyerang caleg tertentu,” tegasnya lagi.

Dia juga meminta, jika ada caleg yang merasa diserang dengan kampanye hitam, untuk melaporkannya ke Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu, serta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas. (Dolvin)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close