BOLMONG RAYABOLMUTHEADLINESLEGISLATORSOSIAL POLITIKSULAWESI UTARA

Suriansyah: RAPBD masih Tergantung Dana Transfer Pusat

BOLMUT, sulutGO – Juru Bicara Fraksi Kebangkitan dan Persatuan Suriansyah Korompot, SH menyampaikan bahwa APBD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) masih tergantung pada Dana Transfer Pusat.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bolmut

Dimana pada saat rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan akhir fraksi tentang RAPBD, bertempat di ruang rapat DPRD Bolmut, Jumat (28/11/2019) yang dimulai pukul 02:02 wita.

Fraksi gabungan antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Partai Persatuan Indonesia (Perindo), sebelum mengambil sikap memberikan catatan penting kepada pemerintah daerah.

Setelah melalui pembahasan yang penuh dengan dinamika antara Banggar DPRD dan TAPD Kabupaten Bolmut

Pertama, dari sisi pendapatan, bahwa ketika kami membaca RAPBD 2020 ini terlihat bahwa kita masih ada ketergantungan terhadap dana transfer pusat. Sementara dari sisi lain Pendapatan Asli Daerah masih sangat rendah, maka untuk itu Fraksi kami meminta kepada Bupati, Wakil Bupati dan seluruh jajaran untuk kiranya bisa meningkatkan PAD, dengan mencari dan menciptakan sumber-sumber pendapatan.

Dari sisi pembelanjaan, kami menilai masih banyak belanja-belanja yang belum terlalu prioritas yang terdapat pada RAPBD 2020.

Sementara disisi lain kebutuhan akan pupuk, bibit, bebih dan obat-obatan memang teranggarkan tetapi masih sangat minim.

Untuk bantuan sosial, terutama pada beasiswa atau bantuan akhir studi. Kami mengapresiasi dari sisi jumlah penerima, tetapi dari sisi besaran bantuan itu Fraksi kami menilai itu masih minim dan mengharapkan pemda bisa menaikan sehingga upaya untuk memajukan pendidikan bisa ter bantukan secara maksimal.

Selanjutnya, belum ter terlalu maksimal sinergitas antar OPD, karena masih terlihat agak egok sektoral dalam mewujudkan kegiatan yang ada di OPD masing-masing.

Kemudian, masih ada OPD yang belum merencanakan secara maksimal. Karena, sebelumnya kami menemukan ada beberapa kegiatan pembangunan fisik belum jelas.

Lebih lanjut, dari sisi pengawasan, terkait laporan masyarakat atas keberadaan sebuah perusahaan di Desa Binjeita yang sementara beroperasi tanpa ada izin dari pemerintah daerah. Kami meminta untuk segera ditertibkan perusahaan tersebut sebelum terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan bersama.

Diakhir paparnya, Suriansyah menutup dengan kata bijak yang intinya “mari kita saling memperlakukan dengan baik, karena kita tidak bisa tau siapa yang terbaik pada saatnya nanti” Tutupnya.

Diketahui, Ketua Fraksi Kebangkitan dan Persatuan Mardan Umar, Wakil Ketua Fraksi Suriansyah Korompot dan Imran Hulalango sebagai Sekretaris. (Dolvin)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: