HEADLINESMANADOSOSIAL POLITIKSULAWESI UTARA

Wagub Sulut, Pendamping Desa Kawal Dana Desa Sesuai Pemanfaatannya

MANADO, sulutGO – Gubernur Sulut Olly Dondokambey melalui Wakil Gubernur Steven Kandouw  meminta kepada seluruh Tenaga Pendamping Profesional Indonesia (TPPI) wilayah Sulawesi Utara untuk mengawal pemanfaatan dana desa dengan baik sesuai aturan dan mekanisme yang ada.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulut saat menyampaikan sambutan pada Sosialisasi Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi (Permendes PDTT) Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019 dan Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pelaksanaan Dana Desa (DD) dan Evaluasi Pendamping P3MD dan PID Provinsi Sulut serta Penyerahan BPJS Ketenagaankerjaan Kepada TPPI Sulut, bertempat di ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Selasa (5/3/2019).

“Tenaga pendamping desa harus menjadi pelopor sekaligus motor penggerak pembangunan di desa. Pendamping desa harus mampu menjadi agen perubahan di setiap desanya”, Ungkap Kandouw

Dirinya berpesan pada Pendamping Desa agar selalu aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan dan pengelolaan keuangan desa.

“Program dana desa ini mungkin program satu-satunya yang ada di dunia. Apalagi, besaran dana desa yang digelontorkan pemerintah setiap tahunnya terus naik”, Jelasnya.

Ia juga menyampaikan besaran anggaran DD di Sulut pada tahun 2019 sekitar 1,2 Triliun ini harus tetap sasaran.

“Dana Desa ini tidak termasuk di APBD dan tidak diperiksa oleh BPK, tetapi diperiksa langsung oleh Jaksa dan Polisi, aparat penegak hukum jika ada indikasi penyalahgunaan DD tersebut, jadi jangan main-main,” tandasnya.

Untuk itu dirinya berharap agar  DD ada output dan outcomenya, jangan hanya asal di laksanakan tetapi tidak direncanakan dengan baik sesuai pemanfaatannya.

“DD ideal harus berkelanjutan demi pemanfaatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat umum sesuai program Nawacita Bapak Presiden Jokowi”, Tegas Wagub Sulut

Sebelumnya dalam laporan  Kepala Dinas PMD Provinsi Sulut, Royke Mewoh bahwa Program Dana Desa sudah ke lima tahun mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Tahun 2015 sebesar Rp. 402.546.360.000 di bagi 1.505 Desa.

Tahun 2016 sebesar Rp. 911.498.499.000 dibagi 1.505 Desa.

Tahun 2017 sebesar Rp.1.161.358.872.000 dibagi 1.506 Desa.

Tahun 2018 Rp.1.065.862.820.000 dibagi 1.506 Desa.

Tahun 2019 sebesar Rp.1.210.560.814.000 dibagi 1.507 Desa, Urainya

Sedangkan hasil yang diperoleh melalui Dana Desa yang dikolaborasikan dengan program OD-SK Jalan Desa sejak tahun 2015 s/d 2018  sepanjang 300 km, Pasar Desa 37 unit, Jembatan 4.572 buah, Bumdes 599 unit, Air Bersih 1.200 unit, MCK, 4.063 unit, Polindes 51 unit, Tambatan Perahu 77 unit,  Embung Desa 10 unit, Irigasi 74 unit, Fasilitas Olahraga 58 unit, Drainase 1.275.478 meter ,Paud 377 unit, Posyandu160 unit, Sumur 938 unit, rinci Mewoh.

Dan untuk  tahun 2015. Desa sangat tertinggal 84 Desa, Tertinggal 852 Desa, Berkembang 554 Desa dan Maju 15 Desa sampai Tahun 2018 Desa sangat tertinggal 66 Desa, Tertinggal 640 Desa, Berkembang 734 Desa dan Maju 66 Desa”, Bebernya. 

Pantauan sulutGO, turut hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulut dan TPPI se Sulut serta perwakilan Badan Permusyawaratan Desa. (Dolvin)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close