GORONTALOHEADLINESKAB. GORONTALOSOSIAL POLITIK

Merasa Diberitakan Sepihak, Kuasa Hukum NP Akan Laporkan Salah Satu Media Online ke Dewan Pers dan Polisi

LIMBOTO,sulutGO– Prof. Nelson Pomalingo dalam waktu dekat ini, melalui kuasa hukumnya berencana untuk berkonsultasi ke Dewan Pers perihal isu-isu pemberitaan oleh salah satu media online lokal yang dianggap sudah “kelewatan”.

Selama ini, diketahui Prof. Nelson Pomalingo yang notabene adalah Bupati Gorontalo dikenal sebagai sosok yang sangat Welcome terhadap media massa. Hal itu dibuktikan dengan dilibatkannya media di setiap pelaksanaan kegiatan baik pemerintahan maupun politik.

Namun, juru bicara Albert Pede And Partners, Fanly Katili selaku yang dikuasakan oleh Nelson Pomalingo dalam Konferensi Pers, Kamis (20/02) mengungkapkan, akhir-akhir ini kecewa terhadap pemberitaan-pemberitaan salah satu media online yang tidak berimbang itu, sehingga membuat pihak Nelson Pomalingo dirugikan, dan dipojokkan.

“Kita ingin memberikan sebuah pembelajaran berdemokrasi kepada salah satu media yang ada. Saya uraikan bahwa selama ini Nelson Pomalingo yang melekat sebagai Bupati Gorontalo tidak pernah ada sekat dengan siapa pun termasuk media. Namun karena ada beberapa hal yang kita anggap telah melenceng dari pada aturan dan etika, olehnya mendorong kita untuk melaporkan ke Dewan Pers salah satu media yang memuat berita yang menurut kita melanggar kode etik jurnalistik serta unsur pencemaran nama baik,” jelas Fanly yang Juga selaku Ketua Studi Pancasila dan Konstitusi (SPASI) Fakultas Hukum Unisan Gorontalo.

Ia pun menegaskan dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mendatangi Dewan Pers untuk berkonsultasi dan pihak penegak hukum, melaporkan agar media yang ada jalan sesuai dengan fitrahnya, berimbang ‘cover both side‘. Jangan sampai, lanjut Fanly, akan ada lagi pemberitaan yang merugikan kepentingan publik.

BACA JUGA:  Digelar Via Online, Haris Tome Ikuti PKN Tingkat II Bersama 59 Peserta se Indonesia

“Kami menyimak beberapa pemberitaan itu tidak ada semacam perimbangan dalam pemberitaan sebagaimana yang diamanatkan oleh kode-kode etik jurnalistik,” tutur Fanly lagi.

“Kami merasakan kok konfirmasi ke kami ini sangat kering. Kalau pun dikonfirmasi, itu tidak dimuat. Padahal, salah satu roh dan semangat pers agar berita berimbang adalah konfirmasi,” katanya.

Fanly mencoba untuk mengilustrasikan, jika Adab melebihi kedudukannya dari pada Ilmu, maka ‘kode etik Jurnalistik’ melebihi segalanya bagi Profesi Seorang Wartawan. Oleh sebab itu, pihaknya berencana untuk melaporkan salah satu media itu ke Dewan Pers dan juga pihak kepolisian.

Fanly menyebutkan berita-berita itu sengaja diframing dengan maksud menyudutkan pribadi Nelson Pomalingo.

Namun, ia enggan menyebutkan media yang dimaksud, seraya beralasan awak media sebenarnya sudah mengetahuinya.

“Ini bukan persoalan like and dislike, senang dan tidak senang atau ada unsur dalam sentimentil terhadap global media. Saya katakan bahwa ini bukan persoalan Nelson Pomalingo alergi media, tapi karena ada berita yang mem-‘framing’ secara politik yang merugikan dan menghancurkan nama baik Nelson Pomalingo,” ujarnya. (Vt)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Close
%d bloggers like this: