BOLMONG RAYAHEADLINESHUKUM & KRIMINALKOTAMOBAGUSOSIAL POLITIKSULAWESI UTARA

AMPPB Kembali Lakukan Demo Sambil Membawa Keranda Mayat

KOTAMOBAGU,sulutGO-Ratusan Massa Aliansi Masyarakat Peduli Pilkada Bermartabat (AMPPB) Kotamobagu  kembali turun kejalan, Senin (16/07)

Dalam Aspirasinya AMPPB mempertanyakan putusan Panwaslu Kotamobagu dan Bawaslu Provinsi atas dugaan Money Politics Terstruktur Sistematis dan Masif(TSM) yang dikatakan unsurnya tidak terbukti sehingga menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat kota Kotamobagu.

Masa melakukan long march  sekitar pukul 14:23 Wita dari Kelurahan  Biga dengan jarak tempuh sekitar 7 kilometer menuju Sekretariat Panwaslu Kota Kotamobagu jl.K/S Tubun kelurahan Sinindian.

Dalam orasinya AMPPB mendesak Ketua Panwaslu Kota Kotamobagu Musliy Mokoginta dan dua komisioner untuk mundur sebagai penyelenggara karena diduga hanya menghabiskan uang rakyat dan di duga tidak netral dalam proses pengawasan.

Dalam aksi damai tersebut terlihat massa memikul keranda mayat lengkap dengan foto Musliy Mokoginta, Amaludin Bahansubu dan Adrian Herdy Dayoh sebagai simbol matinya demokrasi di Kotamobagu.

Sang orator Irawan Damopolii Sofyan Bede, Ali Imran, Didi Musa dan Irawam Damopolii yang saling bergantian berorasi membeberkan kinerja Panwaslu yang dinilai keberpihakan kesala satu paslon.sekaligus meminta agar komisioner panwas tersebut bersumpah di depan aksi massa jika benar-benar netral dalam proses Pilkada kemarin.

BACA JUGA:  Begini Cara Pemkab Boalemo Lawan Virus Corona

Musly yang menggunakan kaos merah menjelaskan, apa yang mereka putuskan terkait dengan hasil OTT itu, berdasarkan hasil gelar perkara bersama penyidik Gakumdu.

Dia juga meminta kepada Aksi massa agar menungguh hasil banding di Bawaslu RI. Sebab aksi demo ini tidak akan merubah putusan di Bawaslu Provinsi Sulut.

“Jika hasil banding ke Bawaslu RI memutuskan pasangan nomor urut satu didiskualifikasikan, tentu akan kami jalankan. Dan apa yang ditanyakan ini sudah saya jawab pada demo lalu. Bahkan sumpah sudah dilakukannya dua kali saat sidang di Bawaslu Provinsi”beber Musly

Aduh argumentasi pun tak terhindarkan, antara orator dengan Panwaslu. Musly yang terlihat capek beradu argumentasi memilih kembali masuk ke kantor dan mengakhiri memberikan penjelasan.

Aksi ratusan massa ini dikawal ketat aparat kepolisian dari Polres Bolmong, Brimob Inuai dan Anggota Kodim 1303 Bolmong yang dipimpin langsung oleh Kapolres, AKBP Gani Fernando Siahaan, SIK,MH. Setelah di Panwas, massa melanjutkan aksinya di depan Bundaran Paris Kotamobagu..(Ronniy)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Close
%d bloggers like this: