ADVETORIALGORONTALOHEADLINESKAMPUSNASIONALPENDIDIKANSOSIAL POLITIK

Didik Irwijanto : Mahasiswa Miliki Peran Penting Melindungi Keutuhan NKRI

KAMPUS, sulutGO– Melindungi dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala macam yang bisa memecah belahnya adalah bagian dari upaya seluruh masyarakat, termasuk ‘Mahasiswa’ sebagai anak bangsa, untuk membela negara yang dicintai ini dari segala bentuk ancaman yang datang secara bertubi-tubi terhadap bangsa Indonesia.

Seperti yang disampaikan Kapten Laut TNI-AL Pospotmar Lanal Gorontalo Didik Irwijanto, saat memberikan materi pada seminar ketahanan nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (Hima Prodi IP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gorontalo (FISIP UG), Selasa (21/1).

“Tidak hanya pihak keamanan seperti halnya Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) yang berkewajiban menjaga wilayah teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari gangguan pihak asing, masyarakat di dalamnya mahasiswa juga punya peran untuk menjaga dan mempertahankannya,” kata Didik Irwijanto.

Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya yakni TNI-AL berharap dengan adanya isu-isu yang ada di Natuna, bisa memberikan kewaspadaan kepada seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia.

“Yang mana, Indonesia sebagai negara kepulauan, tentu khusus perairanya tidak bisa hanya diurus oleh TNI-AL saja, tapi juga membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk mahasiswa,” tuturnya.

Menjaga dan mempertahankan NKRI, lanjut Didik, menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, khususnya para generasi muda yang ada di Gorontalo. Karena kalangan universitas adalah kalangan intelek umat yang nantinya bisa mempertahankan wilayah NKRI dengan cara melakukan diplomasi dengan negara-negara lain.

Sementara itu, Dekan FISIP UG Fachri Arsyad, S.Sos, M.Si menilai seminar yang mengusung tema soal sengketa di wilayah Laut Natuna ini sangat baik dan menarik untuk diikuti oleh mahasiswa.

“Natuna merupakan salah satu wilayah terdepan di Indonesia dan memiliki potensi hasil tangkapan laut yang tinggi. Wilayah ini juga memiliki potensi pariwisata yang luar biasa karena memiliki keindahan alam yang masih alami,” ujar Fachri.

Sehingga, lanjut dia, kabar sengketa wilayah di perbatasan laut Natuna ini sangat baik untuk dibahas dan diikuti oleh mahasiswa.

Selain itu, Angki Patamani selaku Ketua Hima Prodi Ilmu Pemerintahan mengungkapkan, seminar ketahanan nasional ini dilaksanakan dengan dasar melihat berbagai polemik dan juga berbagai macam dinamika yang ada di Indonesia soal perbatasan Laut Natuna.

“Sebagaimana yang diketahui bahwa saat ini keadaan bangsa kita sedang berurusan dengan pertahanan laut Natuna yang kemarin diklaim oleh Republik Rakyat China (RRC) dan belum kunjung berakhir,” imbuh Angki.

Sehingganya menurut dia, hal ini perlu dikaji, guna meningkatkan pengetahuan dan kejelian mahasiswa terkait dengan laut Natuna itu sendiri dan lebih ke pertahanan NKRI.

“Dengan fasilitator/pemateri yang cukup mempuni dalam kajian ketahanan Nasional ini saya berharap semoga ini bisa menjawab berbagai pertanyaan yang hinggap di kepala teman-teman mahasiswa khususnya yang ada di Universitas Gorontalo,” pungkasnya.

Selain pemateri dari Pangkalan TNI-AL Gorontalo oleh Kapten Laut yang sebagai Paspotmar Lanal Gorontalo Didik Irwijanto, hadir juga sebagai pemateri yakni akademisi dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Roni Lukum S.pd. M.Sc. (eza/adv)

Be Sociable, Share!

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close